Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharasa (tengah) saat menghadiri pembukaaan ajang Festival Kopi Merapi yang diselenggarakan pada Sabtu, (28/10/2023), di Merapi Garden Cangkringan.
Harianjogja.com, SLEMAN—Festival Kopi Merapi di Umbulharjo Cangkringan diyakini mampu menggairahkan kembali usaha kopi di lereng Gunung Merapi. Keterlibatan semua pihak diharapkan bisa mewujudkan itu.
Dalam sambutannya, Danang mengapresiasi kegiatan yang melibatkan petani dan pelaku usaha kopi di lereng Merapi ini. Ia menyakini, melalui festival ini dapat menjadikan petani, pebisnis, dan para pecinta kopi di Sleman lebih bergeliat lagi untuk membawa nama Kopi Merapi Sleman ke kancah nasional bahkan internasional.
"Ini merupakan bagian dari upaya kita semua, bersama-sama memberikan ruang kepada para petani kopi yang ada di Kabupaten Sleman, kepada para pebisnis kopi, dan juga para pecinta kopi untuk terus bisa memberikan semangat lagi agar kopi merapi ini agar bisa melegenda dan mempunyai nama besar lagi," ucap Danang.
Menurut Danang, Kabupaten Sleman merupakan penghasil kopi yang luar biasa di wilayah lereng merapi diantara daerah Kapanewon Cangkringan, Kapanewon Pakem, dan Kapanewon Turi.
Sebelum erupsi Merapi, lahan kopi di Kabupaten Sleman sekitar 800 hektar, akan tetapi setelah terjadinya erupsi mengalami penurunan. Saat ini, katanya, luas lahan kopi di Sleman sekitar 400 hektar.
"Melihat potensi pasar di DIY saja sudah sangat banyak, karena saat ini menjamur warung-warung kopi di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan itu permintaan pasar kopinya sungguh luar biasa," ucap Danang.
BACA JUGA: Kebakaran Gunung Merbabu Meluas, Alami Sesak Nafas Puluhan Warga Diungsikan
Oleh karena itu, ia berharap kepada semua elemen dan pemangku kepentingan yang ada, agar dapat bersama-sama meningkatkan produksi kopi di Sleman serta bisa meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor kopi.
Sementara Lurah Kalurahan Umbulharjo Danang Sulistya Haryana mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman yang selama ini telah bersama-sama dalam mendukung peningkatan produksi dan kualiatas kopi di wilayah lereng merapi.
"Festival Kopi Merapi yang ada di Kalurahan Umbulharjo ini sangat menarik dan mendapatkan banyak dukungan, terutama petani-petani kopi kita sudah mulai menggeliat kembali lewat gerakan tanam kopi yang diinisiasi oleh Bapak Wakil Bupati Sleman," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.