Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Keripik pisang narkotika yang disita dari salah satu pabrik narkoba di Banguntapan Bantul, Jumat (3/11/2023). /Harian Jogja Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Modus peredaran narkoba di Jogja kian mencegangkan. Keberadaan pabrik narkoba jenis narkotika yang dikemas layaknya makanan ringan keripik pisang menjadi bukti, Jogja masuk dalam pasar potensial bagi para pebisnis barang haram tersebut.
Untungnya petugas kepolisian yang langsung ditangani Bareskrim Polri bersedia turun tangan melakukan penggerebekan terhadap praktik ilegal ini. Petugas gabungan menggerebek pabrik narkoba di kawasan Banguntapan Bantul, Kamis (2/11/2023) malam. Produsen mengemas narkoba dengan cair water happy dan keripik singkong.
Kabareskrim Polri Komjen Pol. Wahyu Widada dalam konferensi pers di Bantul mengungkapkan ada dua jenis modus operandi peredaran narkoba yang ditemukan di Banguntapan. Yaitu narkoba dengan model keripik pisang dan narkoba dalam cairan happry water.
BACA JUGA : Bareskrim Grebek Pabrik Narkoba Keripik Pisang dan Cairan Happy Water di Banguntapan
Harga barkoba yang diprodukdi ini untuk cairan happy water narkotika Rp1,2 juta per botol ukurang 10 mililiter dan keripik pisang narktoika ukuran 50 gram, 75 gram, 100 gram, 200 gram dan 500 gram dengan kisaran harga antara Rp1,5 juta hingga Rp6 juta per bungkus,” katanya, Jumat (3/11/2023).
Pengungkapan kasus narkoba tersebut berawal dari pengungkapan di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, setelah polisi melakukan operasi siber dan pemantauan di dunia maya. Petugas menemukan ada penjualan narkoba dalam bentuk happy water dan dalam bentuk keripik pisang. “Dicantumkan harganya cukup tinggi, keripik pisang kok harga segitu? Tidak masuk akal. Akan tetapi, dengan itu, kami curiga, ini ada apa?,” ujarnya.
Petugas lalu melacak dan memantau akun media sosial yang menjual tersebut. Ada beberapa akun yang menjual cairan water happy dan keripik pisang dengan followers atau pengikut akun penjual cukup banyak.
Petugas pun melakukan penyelidikan selama sebulan untuk. Tepat pada Kamis (2/11/2023) melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap pengiriman barang di Cimanggis Depok, kemudian menemukan barang bukti keripik pisang dan happy water.
Selanjutnya penyidik Bareskrim Polri bekerja sama dengan Polda DIY menggerebek produsen yang sama di Kaliangking Magelang, Jawa Tengah dan di Potorono, Banguntapan Bantul.
BACA JUGA : Pembongkaran Pabrik Narkoba di Bantul, Sultan HB X: Jaga Warga Mengantisipasi
“Dua orang di Potorono yang memproduksi happy water dan seorang pemroduksi keripik pisang di Banguntapan. Kami mengamankan total delapan orang, masing-masing memiliki peran yang berbeda-beda. Mulai dari pengendali akun medsos, pemegang rekening, pengambil hasil produksi, gudang pemasaran, dan sebagai pemroduksi dan pengolahan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Kortastipidkor Polri menggeledah kantor dan rujab Bupati Gowa terkait dugaan pemerasan, pungli, gratifikasi PBG 2025-2026 dan TPPU.
Status Gunung Anak Krakatau turun dari Siaga ke Waspada setelah aktivitas menurun. Radius 2 km dari pusat aktivitas masih terlarang.
BMKG memprediksi musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat di 529 ZOM akibat El Nino sangat kuat yang bertahan hingga awal 2027.
Kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla tembus 151.000. Kemenkes mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan ke tujuh provinsi.
BDx mulai membangun data center AI 640 MW di Jatiluhur. Gedung pertama berkapasitas 120 MW ditargetkan beroperasi awal 2027.