Pemkab Sukoharjo Batasi Penggunaan Gawai Anak, Ini Aturan Lengkapnya
Pemkab Sukoharjo membatasi penggunaan gawai anak dan pelajar. Siswa dilarang pakai HP saat belajar, orang tua wajib awasi di rumah.
Keripik pisang narkotika yang disita dari salah satu pabrik narkoba di Banguntapan Bantul, Jumat (3/11/2023). /Harian Jogja Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Modus peredaran narkoba di Jogja kian mencegangkan. Keberadaan pabrik narkoba jenis narkotika yang dikemas layaknya makanan ringan keripik pisang menjadi bukti, Jogja masuk dalam pasar potensial bagi para pebisnis barang haram tersebut.
Untungnya petugas kepolisian yang langsung ditangani Bareskrim Polri bersedia turun tangan melakukan penggerebekan terhadap praktik ilegal ini. Petugas gabungan menggerebek pabrik narkoba di kawasan Banguntapan Bantul, Kamis (2/11/2023) malam. Produsen mengemas narkoba dengan cair water happy dan keripik singkong.
Kabareskrim Polri Komjen Pol. Wahyu Widada dalam konferensi pers di Bantul mengungkapkan ada dua jenis modus operandi peredaran narkoba yang ditemukan di Banguntapan. Yaitu narkoba dengan model keripik pisang dan narkoba dalam cairan happry water.
BACA JUGA : Bareskrim Grebek Pabrik Narkoba Keripik Pisang dan Cairan Happy Water di Banguntapan
Harga barkoba yang diprodukdi ini untuk cairan happy water narkotika Rp1,2 juta per botol ukurang 10 mililiter dan keripik pisang narktoika ukuran 50 gram, 75 gram, 100 gram, 200 gram dan 500 gram dengan kisaran harga antara Rp1,5 juta hingga Rp6 juta per bungkus,” katanya, Jumat (3/11/2023).
Pengungkapan kasus narkoba tersebut berawal dari pengungkapan di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, setelah polisi melakukan operasi siber dan pemantauan di dunia maya. Petugas menemukan ada penjualan narkoba dalam bentuk happy water dan dalam bentuk keripik pisang. “Dicantumkan harganya cukup tinggi, keripik pisang kok harga segitu? Tidak masuk akal. Akan tetapi, dengan itu, kami curiga, ini ada apa?,” ujarnya.
Petugas lalu melacak dan memantau akun media sosial yang menjual tersebut. Ada beberapa akun yang menjual cairan water happy dan keripik pisang dengan followers atau pengikut akun penjual cukup banyak.
Petugas pun melakukan penyelidikan selama sebulan untuk. Tepat pada Kamis (2/11/2023) melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap pengiriman barang di Cimanggis Depok, kemudian menemukan barang bukti keripik pisang dan happy water.
Selanjutnya penyidik Bareskrim Polri bekerja sama dengan Polda DIY menggerebek produsen yang sama di Kaliangking Magelang, Jawa Tengah dan di Potorono, Banguntapan Bantul.
BACA JUGA : Pembongkaran Pabrik Narkoba di Bantul, Sultan HB X: Jaga Warga Mengantisipasi
“Dua orang di Potorono yang memproduksi happy water dan seorang pemroduksi keripik pisang di Banguntapan. Kami mengamankan total delapan orang, masing-masing memiliki peran yang berbeda-beda. Mulai dari pengendali akun medsos, pemegang rekening, pengambil hasil produksi, gudang pemasaran, dan sebagai pemroduksi dan pengolahan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sukoharjo membatasi penggunaan gawai anak dan pelajar. Siswa dilarang pakai HP saat belajar, orang tua wajib awasi di rumah.
Kemdiktisaintek usut dugaan fabrikasi riset WNI di konferensi internasional Denmark. Citra akademisi Indonesia terancam.
Pemerintah revisi aturan PPh UMKM 0,5 persen lewat PP 20/2026. Akses dipersempit, profesi tertentu tak lagi dapat fasilitas.
Kementan siapkan Dapur Susu Indonesia untuk dukung program MBG. Serap susu peternak lokal dan kurangi impor.
Satgas Haji ungkap 59 kasus hingga Mei 2026. Sebanyak 550 jamaah jadi korban dengan kerugian Rp21,7 miliar. Waspadai haji ilegal.
. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari dunia jurnalistik sekaligus mengetahui perkembangan industri media di era digital.