PLN Siapkan PPA 30 Tahun untuk Serap Listrik Proyek PSEL
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Keripik pisang narkotika yang disita dari salah satu pabrik narkoba di Banguntapan Bantul, Jumat (3/11/2023). /Harian Jogja Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Modus peredaran narkoba di Jogja kian mencegangkan. Keberadaan pabrik narkoba jenis narkotika yang dikemas layaknya makanan ringan keripik pisang menjadi bukti, Jogja masuk dalam pasar potensial bagi para pebisnis barang haram tersebut.
Untungnya petugas kepolisian yang langsung ditangani Bareskrim Polri bersedia turun tangan melakukan penggerebekan terhadap praktik ilegal ini. Petugas gabungan menggerebek pabrik narkoba di kawasan Banguntapan Bantul, Kamis (2/11/2023) malam. Produsen mengemas narkoba dengan cair water happy dan keripik singkong.
Kabareskrim Polri Komjen Pol. Wahyu Widada dalam konferensi pers di Bantul mengungkapkan ada dua jenis modus operandi peredaran narkoba yang ditemukan di Banguntapan. Yaitu narkoba dengan model keripik pisang dan narkoba dalam cairan happry water.
BACA JUGA : Bareskrim Grebek Pabrik Narkoba Keripik Pisang dan Cairan Happy Water di Banguntapan
Harga barkoba yang diprodukdi ini untuk cairan happy water narkotika Rp1,2 juta per botol ukurang 10 mililiter dan keripik pisang narktoika ukuran 50 gram, 75 gram, 100 gram, 200 gram dan 500 gram dengan kisaran harga antara Rp1,5 juta hingga Rp6 juta per bungkus,” katanya, Jumat (3/11/2023).
Pengungkapan kasus narkoba tersebut berawal dari pengungkapan di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, setelah polisi melakukan operasi siber dan pemantauan di dunia maya. Petugas menemukan ada penjualan narkoba dalam bentuk happy water dan dalam bentuk keripik pisang. “Dicantumkan harganya cukup tinggi, keripik pisang kok harga segitu? Tidak masuk akal. Akan tetapi, dengan itu, kami curiga, ini ada apa?,” ujarnya.
Petugas lalu melacak dan memantau akun media sosial yang menjual tersebut. Ada beberapa akun yang menjual cairan water happy dan keripik pisang dengan followers atau pengikut akun penjual cukup banyak.
Petugas pun melakukan penyelidikan selama sebulan untuk. Tepat pada Kamis (2/11/2023) melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap pengiriman barang di Cimanggis Depok, kemudian menemukan barang bukti keripik pisang dan happy water.
Selanjutnya penyidik Bareskrim Polri bekerja sama dengan Polda DIY menggerebek produsen yang sama di Kaliangking Magelang, Jawa Tengah dan di Potorono, Banguntapan Bantul.
BACA JUGA : Pembongkaran Pabrik Narkoba di Bantul, Sultan HB X: Jaga Warga Mengantisipasi
“Dua orang di Potorono yang memproduksi happy water dan seorang pemroduksi keripik pisang di Banguntapan. Kami mengamankan total delapan orang, masing-masing memiliki peran yang berbeda-beda. Mulai dari pengendali akun medsos, pemegang rekening, pengambil hasil produksi, gudang pemasaran, dan sebagai pemroduksi dan pengolahan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
BPBD Sleman membuka peluang menaikkan status kekeringan menjadi Tanggap Darurat jika dampak meluas dan melebihi kapasitas penanganan daerah.
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Komisi III DPR meminta Polda Metro Jaya mengusut tuntas dan transparan kasus kematian Sutrimo yang masih didalami polisi.
Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia karena alasan pribadi. Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara.
Kementerian Imipas mengungkap korban TPPO kini banyak berasal dari lulusan S1 dan S2. Modus lowongan kerja bergaji tinggi di media sosial jadi pemicu.