Libur Sekolah, UMKM Jogja Bidik Omzet Naik 70 Persen
UMKM Jogja manfaatkan libur sekolah lewat bazar di Taman Pintar, targetkan kenaikan omzet hingga 70 persen.
Gelaran pelatihan aksara Jawa yang diinisiasi oleh BPO Disdikpora DIY di Ross in Hotel digelar sejak 7-9 November 2023. Ada sebanyak 50 peserta yang terlibat/ Harianjogja (Harian Jogja/Alfi Annissa Karin)
JOGJA–Sebanyak 50 pemuda di DIY mengikuti gelaran pelatihan bahasa dan asara Jawa di Hotel Rose in Yogyakarta. Pelatihan yang dilaksanakan pada 7-9 November 2023 ini diinisiasi oleh Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY. Pegiat aksara Jawa dari Komunitas Aksara Pacibita juga digandeng untuk menjadi narasumber pada gelaran ini.
Kepala Seksi Pemuda BPO Disdikpora DIY, Rini Admiwati menuturkan para peserta mendapatkan materi yang berbeda-beda di setiap harinya. Misalnya, pada hari pertama peserta diajak untuk mengenal aksara Jawa dasar dengan metode Carangapak. Dilanjutkan dengan mengenal aksara pasangan. Lalu pada hari kedua peserta diberi materi terkait dengan sandhangan dan prinsip dasar tata tulis aksara Jawa. Peserta juga mencoba dan mempraktikan teori yang sudah didapatkan dengan cara menulis secara manual dan digital.
“Lalu pada hari ketiga peserta praktik membaca serat dan ada evaluasi,” kata Rini, Kamis (9/11/2023).
Rini menyebut kegiatan ini sepenuhnya dibiayai oleh Dana Keistimewaan DIY tahun 2023. Sekaligus menjadi salah satu program BPO Disdikpora DIY dalam melestarikan budaya Jawa. Menurutnya, pelatihan bahasa dan aksara Jawa penting dilakukan di tengah gempuran budaya-budaya luar negeri yang menjamur di Indonesia. Pada zaman yang serba modern seperti saat ini anak muda cenderung enggan mempelajari budaya Jawa, khususnya aksara Jawa.
“Pelatihan aksara Jawa ini juga sekaligus untuk memelihara dan lebih membumikan bahasa dan sastra Jawa di kalangan pemuda,” ujarnya.
Dia berharap kegiatan ini dapat membentuk kepribadian pemuda yang mencintai budaya daerah dibandingkan budaya luar negeri. Selain itu, juga menjadikan pemuda sebagai tokoh aktif dalam pelestarian bahasa dan sastra Jawa.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Ana Qotrunnada mengaku senang mengikuti pelatihan aksara Jawa ini. Dia menyebut masa sekolah menjadi momen terakhirnya dalam mempelajari aksara Jawa. Saat itu dia pun merasa kesulitan dalam mempelajari aksara Jawa. Bahkan, saat menemui soal tentang aksara Jawa kala sekolah dulu, Nada, sapaannya, kerap meminta bantuan orang tuanya.
“Tapi baru sekarang merasa aksara Jawa mudah dipahami juga, kata mahasiswa UIN Sunan Kalijaga ini.
Pelatihan selama tiga hari yang didapatkan tak hanya berhenti padanya. Nada tengah berencana membentuk Pusat Studi Aksara Nusantara. Di dalamnya mempelajari tentang aksara dari berbagai daerah di Indonesia.
“Di UIN sendiri kan mahasiswanya banyak dari luar Jawa. Misal, dari daerah Lampung punya aksara apa, nanti sama-sama belajar,” ujar perempuan kelahiran Semarang ini. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMKM Jogja manfaatkan libur sekolah lewat bazar di Taman Pintar, targetkan kenaikan omzet hingga 70 persen.
Pemkab Bantul memasang 484 LPJU baru senilai Rp5,3 miliar di 17 kapanewon mulai Juli 2026. Prioritas diberikan pada ruas jalan rawan kecelakaan.
Brasil memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Jepang 2-1 berkat gol Gabriel Martinelli pada menit 90+6.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Lima peserta SPPI meninggal saat pelatihan bela negara. Pengamat mendesak investigasi independen dan audit total sistem pelatihan.