Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembuangan Bayi di Pasar Sleman
Polresta Sleman mengamankan terduga pelaku pembuangan bayi di kawasan Pasar Sleman. Polisi masih merahasiakan detail perkara.
Ilustrasi Hotel - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dimulainya kampanye Pemilu 2024 membuat potensi okupansi di libur Natal dan Tahun Baru kian beragam bahkan diprediksi bisa menaikkan okupansi hotel dan restoran di Sleman.
Ketua PHRI Sleman, Andhu Pakerti menilai momen libur Nataru bisa mengalami ekspansi bila ada agenda kampanye akbar yang digelar. Kegiatan ini bisa menarik relawan luar kota untuk tumpah ruah di Sleman.
"Bisa ramai itu kalau terjadi kampanye besar ataupun haul yang sifatnya nanti masif. Itu mungkin bisa [mendongkrak okupansi]," kata Andhu, Selasa (28/11/2023).
Tak hanya berdampak pada pelaku jasa perhotelan, kampanye akbar yang mendatangkan beragam elemen dinilai Andhu dapat berdampak pada moda transportasi juga kuliner. Karena otomatis massa butuh kendaraan dan logistik saat menghadiri kampanye.
BACA JUGA: 15 Bangunan di Bantul Ditetapkan sebagai Cagar Budaya
Selain itu relawan massa kampanye berpotensi tidak langsung bubar pulang, namun mampir terlebih dahulu untuk berwisata, sekadar makan maupun menginap di Sleman.
"Itu nanti rentetannya banyak, dari restorannya, dari kamarnya, dari sisi transportasi. Jadi kita selaku pelaku pariwisata lebih netral. Mengakomodir kebutuhan-kebutuhan tersebut," katanya.
Di sisi lain, Andhu tetap mengandalkan rombongan keluarga untuk mengerek capaian wisata di libur Nataru di Sleman. Selama ini kelompok-kelompok family masih menjadi penyumbang sejumlah besar wisatawan akhir tahun, selain anak muda dan kalangan lainnya. "Untuk Nataru lebih ke arah family program yang berhubungan dengan intimate, kegiatan keluarga," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman mengamankan terduga pelaku pembuangan bayi di kawasan Pasar Sleman. Polisi masih merahasiakan detail perkara.
Simak 10 cara menjaga fungsi dan kesehatan ginjal, mulai dari pola makan, olahraga, hidrasi, hingga menjaga kualitas tidur.
DPRD DIY mematangkan Perda penanggulangan bencana baru untuk memperkuat pencegahan, mitigasi, peringatan dini, dan ketangguhan masyarakat.
Banjir bandang Nepal dan Tibet menewaskan lebih dari 165 orang dan membuat hampir 1.500 orang hilang, termasuk ratusan warga asing.
Harbolnas 2026 ditargetkan mencapai Rp40 triliun, naik 10% dari 2025, dengan cakupan promosi barang, jasa, akomodasi, dan transportasi.
Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.