Advertisement

Sepi Pembeli, Pedagang Kuliner di Terminal Dhaksinarga Pilih Setop Berjualan

David Kurniawan
Rabu, 29 November 2023 - 16:47 WIB
Arief Junianto
Sepi Pembeli, Pedagang Kuliner di Terminal Dhaksinarga Pilih Setop Berjualan Kondisi pusat kuliner di area Terminal Dhaksinarga di Kalurahan Selang, Wonosari tak ada lagi yang buka. Rabu (29/11/2023). - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Area kuliner di kawasan Terminal Dhaksinarga di Kalurahan Selang, Wonosari tak lagi beroperasi. Pasalnya, sejak akhir September pedagang di kawasan tersebut memilih menutup lapak karena sepinya pembeli.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Dhaksinarga, Aris Farwanto membenarkan aktivitas pasar kuliner di area parkir terminal berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Adapun penyebabnya, dia tidak tahu persis. Tetapi diduga karena menurunnya pembelin yang terjadi sejak Lebaran hingga sekarang.

Advertisement

Meski berada di kawasan terminal, pengelolaan tempat kuliner tersebut dilakukan oleh Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Gunungkidul. “Untuk detailnya bisa bertanya ke pengurus APKLI saja, karena kami tidak ikut mengelolanya,” katanya, Rabu (29/11/2023).

Aris mengungkapkan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kunjungan ke terminal. Ada beberapa program yang dijalankan seperti rencana membuka pintu masuk baru.

Selain itu, juga ada wacana pembangunan rest area di lingkungan terminal. Guna mewujudkan rencana ini juga sudah berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Perhubungan.

“Sebenarnya kami berharap dengan adanya pusat kuliner di area terminal bisa ikut meramaikan kunjungan. Tetapi, hal tersebut belum bisa. Jadi, dibuat rencana baru untuk mendukung keberadaan terminal,” kata Aris.

Dia juga berharap dengan adanya wacana pengembangan area terminal juga bisa mendukung keberadaan UMKM di Bumi Handayani, khususnya di area Terminal Dhaksinarga. “Masih proses, tapi kami tetap berupaya agar terminal bisa terus ramai dikunjungi,” katanya.

Salah seorang pengurus APKLI Gunungkidul, Sutopo mengatakan, area kuliner di Kawasan Terminal Dhaksinarga beroperasi sejak 2022 lalu. Meski demikian, ia tidak menampik usaha yang dikembangkan pedagang tidak berjalan dengan mulus.

BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Terus Lakukan Pembinaan Legalitas PKL

Hal ini terlihat pada saat peresmian yang ramai dikunjungi karena ada beberapa even yang digelar. Namun demikian, setengah tahun berselang mulai mengalami kemunduran hingga akhirnya memilih tutup. “Masih sepi dan akhirnya pedagang memilih tutup. Penutupan sudah berlansung sejak akhir September lalu,” katanya.

Topo mengungkapkan, untuk pembangunan tempat kuliner ini mengeluarkan modal sekitar Rp500 juta. Investasi ini ditanggung oleh pedagang dengan masing-masing orang mengeluarkan uang sebesar Rp10 juta. “Anggotanya ada 50 orang. Jadi, untuk membangun kios ada iuran Rp50 juta,” katanya.

Selain itu, tempat yang dipergunakan juga belum dikenai biaya sewa. Para pedagang baru dikenai uang kebersihan lingkungan.

Dia menduga, sepinya taman kuliner karena aksesnya harus mengikuti jalur kunjungan ke terminal. Hingga sekarang masih dicarikan solusi dengan pihak terminal agar bisa ramai dan pedagang bisa Kembali berjualan.

“Sudah ada kesepahaman dengan pihak terminal dengan adanya rencana jalan tengah ke terminal yang bisa melalui pusat kuliner. Mudah-mudahan ini bisa direalisasikan sehingga jadi lebih ramai dan pedagang Kembali berjualan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gibran Enggan Beberkan Hasil Pembahasan Kementerian Baru dengan Prabowo di Kartanegara

News
| Sabtu, 24 Februari 2024, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Pelancong Masuk ke Thailand Diwajibkan Bawa Uang Tunai Minimal Rp6,7 Juta

Wisata
| Jum'at, 23 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement