Advertisement

Disdik Gelar Lokakarya Penanganan Anak Putus Sekolah dan Anak Tidak Sekolah

Catur Dwi Janati
Senin, 04 Desember 2023 - 22:57 WIB
Mediani Dyah Natalia
Disdik Gelar Lokakarya Penanganan Anak Putus Sekolah dan Anak Tidak Sekolah Suasana lokakarya penanganan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah yang digelar Disdik Sleman pada pada Senin (4/12 - 2023) di Hotel Prima SR. (IST)

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Penanganan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah terus menjadi perhatian dari Pemkab Sleman. Setidaknya ada 205 anak putus sekolah dan anak tidak sekolah di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana mengungkapkan kejadian putus sekolah dan anak tidak sekolah disebabkan oleh beragam faktor. Faktor-faktor seperti jarak, fasilitas atau biaya pendidikan dapat menjadi hambatan bagi anak untuk mengakses pendidikan.

Advertisement

Upaya untuk mencegah terjadinya anak putus sekolah coba diinisiasi Disdik lewat lokakarya ini. Harapannya ada solusi konkret untuk mengantisipasi anak tidak sekolah dan anak putus sekolah.

"Diharapkan dapat memberikan solusi konkrit dan strategi untuk mengatasi masalah pendidikan yang dihadapi oleh anak putus sekolah dan anak tidak sekolah," kata Senin (4/12/2023) di Hotel Prima SR.

Baca Juga

Ratusan Anak di Gunungkidul Putus Sekolah, Dinas Pendidikan: Kami Kampanye Anti Pernikahan Dini

Setiap Tahun Ada 32 Siswa SMA di DIY Putus Sekolah

Cegah Putus Sekolah saat Pandemi, Ini Langkah Disdikpora Kota Jogja

Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang yang terdiri dari satuan tugas penanganan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatannya berbagai instansi lainnya. Sasarannya satu, yakni bisa mencari solusi dari 205 anak putus sekolah dan anak tidak sekolah.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menilai permasalahan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah harus ditangani dengan baik oleh berbagai pihak terkait. Apalagi di era globalisasi seperti saat ini yang menuntut  tenaga kerja memiliki keterampilan semakin meningkat.

"Program saya adalah anak kuliah, sampai sarjana. Kita sudah MoU dengan Amikom dan Unisa, dan ini akan kerja sama juga dengan UNY. Tahun ini ada hampir 600 anak yang kita kuliahkan, kita anggarkan Rp15 miliar," tuturnya.

Selain itu menurut Kustini diperlukan kolaborasi dan peran aktif dari berbagai pihak, baik orang tua, lingkungan, pemerintah dan beragam pihak lainnya. Harapannya anak usia sekolah di Kabupaten Sleman dapat menjadi generasi unggul yang siap mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Sleman nantinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement