Setiap Tahun Ada 32 Siswa SMA di DIY Putus Sekolah

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
04 Juni 2021 08:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY mencatat angka putus sekolah untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) setiap tahunnya rata-rata 30-32 orang.

“Tahun lalu aja ada 32 yang putus sekolah,” kata Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya, saat dihubungi Kamis (3/6/2021).

BACA JUGA : Dinas Klaim Tak Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Pandemi 

Menurut Didik, 32 siswa yang putus sekolah kemungkinan bukan karena kesulitan akses internet dalam pembelajaran secara daring atau online, melainkan karena faktor pekerjaan. Ada siswa yang ikut bekerja dengan ayahnya atau orang lain.

“Ada yang ikut menambang pasir kemudian mendapatkan uang sehingga untuk memegang buku jadi aras-arasan [malas],” kata dia.

Ketika persoalannya demikian, kata didik, maka solusinya bukan dengan beasiswa melainkan dengan advokasi dan pendekatan. Pihaknya sudah meminta sekolah untuk mendekati siswa-siswanya yang putus sekolah tersebut untuk kembali lagi ke sekolah.

Sementara terkait pembelajaran daring di tengah pandemi Covid-19, Didik mengatakan sejauh ini tidak ada persoalan. Banyak bantuan kepada keluarga miskin yang kesulitan akses internet, di antaranya bantuan laptop dan telepon pintar melalui Dewan Pendidikan.

Dinas Komunikasi dan Informatika juga terus berupaya memperlancar jaringan internet ke semua sekolah. Bahkan akhir tahun lalu 45 titik fiber optik di pasangan di wilayah Gunungkidul untuk memperlancar jaringan internet.

BACA JUGA : Ekonomi Bukan Lagi Penyebab Anak Putus Sekolah 

Portal Jogja Belajar, sambung Didik juga bisa diakses bebas pulsa. Dia meyakini anak yang putus sekolah karena persoalan jaringan internet belum ada. Data siswa yang putus sekolah yang masuk ke Disdik diakuinya karena siswa bekerja.

 “Mudah-mudahan dari situ tidak ada anak putus sekolah karena persoalan akses internet,” ucap Didik.