Siap-siap, Kamera ETLE Dipasang di Simpang Tiga Cepit Bantul
Polres Bantul menyiapkan ETLE di Simpang Tiga Cepit. Kamera berbasis AI belum terpasang dan waktu penerapannya masih menunggu.
Para murid SD tengah menunggu jemputan di SDN Winono, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Selasa (16/12/2025). Disdikpora Bantul menyebut total ada sebanyak 127 SD yang saat ini mengalami kekosongan jabatan kepala sekolah di wilayahnya. /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul mencatat sebanyak 159 sekolah dari jenjang TK, SD, hingga SMP saat ini belum memiliki kepala sekolah definitif.
Kekosongan paling banyak terjadi pada jenjang sekolah dasar. Dari total 159 sekolah, sebanyak 127 SD belum memiliki kepala sekolah karena berbagai faktor, mulai dari pensiun, sanksi disiplin, hingga berakhirnya masa tugas pada sejumlah periode jabatan.
Pemkab Bantul tengah menyiapkan berbagai langkah percepatan pengisian jabatan, termasuk melalui program Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) serta penugasan pelaksana tugas (Plt) untuk memastikan roda manajemen sekolah tetap berjalan.
Sekretaris Disdikpora Bantul, Titik Sunarti Widyaningsih mengakui kekosongan paling banyak terjadi pada jenjang SD. Dari total 159 sekolah tersebut, sebanyak 127 SD belum memiliki kepala sekolah definitif.
“Untuk SD, rinciannya 43 sekolah kosong karena kepala sekolah pensiun atau dikenai hukuman disiplin, 57 sekolah selesai masa tugas periode 1 dan 2, serta 27 sekolah lainnya selesai masa tugas periode 2, 3, dan 4. Jadi totalnya 127,” jelas Titik, Selasa (16/12/2025).
Pada jenjang TK, total ada 16 sekolah yang kepala sekolahnya kosong dengan rincian dua sekolah kosong karena pensiun atau hukuman disiplin, 11 sekolah merupakan TK Negeri baru, dua sekolah selesai masa tugas periode 1 dan 2, serta satu sekolah selesai masa tugas periode 2, 3, dan 4.
Sementara itu, pada jenjang SMP tercatat 16 sekolah tanpa kepala sekolah. Tiga sekolah kosong karena pensiun atau hukuman disiplin, 12 sekolah selesai masa tugas periode 1 dan 2, serta satu sekolah selesai masa tugas periode 2, 3, dan 4.
Dari total 159 sekolah yang mengalami kekosongan tersebut, ada lima sekolah yang akan mendapatkan program Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) piloting yang didanai melalui APBN. Lima sekolah itu terdiri dari satu SMP dan empat SD.
"Selain itu, satu SD lainnya direncanakan akan dilakukan regrouping. Dengan demikian, kebutuhan riil kepala sekolah di Kabupaten Bantul menjadi sebanyak 153 orang," katanya.
Sebelumnya Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul, Triyanto menjelaskan, dari total kebutuhan tersebut sekitar lima orang sudah siap ditempatkan untuk bertugas sementara 153 orang lainnya masih disiapkan untuk menempati jabatan melalui pelatihan dan pendidikan calon kepala sekolah. Untuk sementara, jabatan kepala sekolah yang kosong dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
“Sudah ada yang siap dan sebagian lainnya masih dalam proses pelatihan. Targetnya, setelah pelatihan selesai pertengahan bulan ini, mereka siap ditempatkan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul menyiapkan ETLE di Simpang Tiga Cepit. Kamera berbasis AI belum terpasang dan waktu penerapannya masih menunggu.
DPR AS melalui Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA dan hubungan Gianni Infantino dengan Presiden Donald Trump. FIFA diminta menyerahkan sejumlah dok
Job Fair Bantul 2026 akan digelar pada 6-7 Agustus di Stadion Sultan Agung. Sebanyak 15 perusahaan membuka sekitar 1.000 lowongan kerja dengan target 750 pencar
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium
Pablo Nieto menyebut Maverick Vinales bisa dilupakan dalam sehari di MotoGP. Cedera dan konflik dengan KTM membuat masa depannya terancam.
Psikologi mengungkap keterbukaan terhadap pengalaman menjadi sifat yang paling erat kaitannya dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir lintas disipli