Si SIGAP DPUPKP Kota Jogja Bikin Arsip Proyek Lebih Mudah Ditelusuri
DPUPKP Kota Jogja mengembangkan Si SIGAP untuk digitalisasi arsip proyek agar lebih mudah ditelusuri, dipantau, dan digunakan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat DIY memiliki jumlah petani gurem terbanyak di Indonesia. Total ada 88,75% petani di DIY memiliki lahan kurang dari 0,5 hektare.
Sementara berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul jumlah petani gurem mendominasi sektor pertanian di Kabupaten Bantul.
Kepala DKPP Kabupaten Bantul Joko Waluyo menyampaikan saat ini ada 97.000 petani gurem di Kabupaten Bantul. Jumlah tersebut merupakan 95% dari total petani di Bantul.
Dia menilai tingginya jumlah petani gurem tersebut disebabkan karena terjadi pembagian tanah pertanian sebagai warisan kepada keturunan petani. Sehingga menghasilkan lahan pertanian dengan luasan yang lebih kecil. Dengan begitu, terjadi penambahan jumlah petani gurem.
Dia menduga setiap tahun ada peningkatan jumlah petani gurem di Kabupaten Bantul. Meski begitu, Joko mengaku mendata jumlah peningkatan petani gurem per tahun. Dugannya didasari ada penurunan luas lahan pertanian di Kabupaten Bantul setiap tahunnya.
Dia menduga alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Bantul turut mendorong peningkatan jumlah petani gurem. Rata-rata lahan pertanian di Kabupaten Bantul mengalami penyusutan sekitar 50 hektare per tahun. Penyusutan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan permukiman.
Alih fungsi lahan pertanian yang terjadi di Bantul beberapa tahun terakhir menyebabkan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) berkurang dari yang sebelumnya 19.075 hektare menjadi 18.773 hektare.
BACA JUGA: Sensus Pertanian 2023 Demi Masa Depan Pertanian Indonesia
Jumlah tersebut terdiri dari Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) 12.831 hektar dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B) 5.942 hektare. "Alih fungsi lahan juga [mendorong peningkatan jumlah petani gurem], kalau dibagi untuk waris keluarga, pemanfaatannya biasanya bukan hanya untuk pertanian, tetapi membangun tempat tinggal juga," katanya melalui telepon, Jumat (8/12/2023).
Meski begitu, menurut Joko terus mendorong peningkatan produksi pertanian dengan intensifikasi lahan pertanian. Intensifikasi lahan pertanian dilakukan dengan pola tanam indeks pertanaman (IP) 400 untuk sawah.
Dengan begitu, pola tanam padi dilakukan empat kali dalam setahun pada lahan yang sama. Pola tanam tersebut dilakukan untuk meningkatkan luas tanam dan produksi padi, mengatasi penurunan luas tanam akibat alih fungsi lahan sawah, dan mengatasi berkurangnya sawah karena pertambahan penduduk. "Jadi mengintensifkan tanah yang ada, misalnya jagung dengan kacang kedelai, atau cabai dengan tanaman hortikultura lainnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPKP Kota Jogja mengembangkan Si SIGAP untuk digitalisasi arsip proyek agar lebih mudah ditelusuri, dipantau, dan digunakan.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.
Cara beli iPhone 18 secara online dan offline di iBox, Digimap, Hello Store, dan Blibli lengkap dengan metode pembayaran.
Sebanyak 252 penerima bansos Gunungkidul membuat pernyataan berhenti judi online. Total 9.921 penerima terindikasi judi online pada 2026.
PSS, PSIM, empat kelompok suporter, dan Polda DIY menandatangani komitmen menjaga keamanan BRI Super League 2026/2027.