Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Ilustrasi pembangunan jamban warga./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan Bantul mencatat sampai saat ini masih ada sekitar 1000 KK di Bantul yang belum memiliki jamban sendiri. Maka program Stimulan Jamban Sehat terus dilaksanakan setiap tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widyantara, menjelaskan saat ini masih sekitar 1000 KK yang belum memiliki jamban sendiri. “Se-Kabupaten Bantul masih sekitar 1000 yang belum dimiliki sendiri oleh masing-masing keluarga,” ujarnya, Rabu (13/12/2023).
Maka sejak 2020, Pemkab Bantul membuat program Stimulan Jamban Sehat yang menyasar wilayah yang masih banyak kekurangan jambannya. “Kemaren kita banyak ke Kapanewon Dlingo. Karena sudah cukup banyak di Dlingo, tahun depan kita beralih ke kapanewon lain. 2024 kita prioritaskan di wilayah Piyungan, yang memang di sana juga masih banyak,” katanya.
BACA JUGA: Reklame Tak Berizin dan Rawan Roboh Dibongkar
Tahun ini Dinas Kesehatan Bantul menganggarkan stimulasi untuk 80 kk, dengan rincian 50 kk berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) DIY dan 30 kk dari APBD Bantul. Adapun masing-masing anggarannya sekitar Rp5 juta. “Dari Dinas Kesehatan Bantul bentuknya uang, kita transfer ke masing-masing keluarga,” paparnya.
Setelah ditransfer, penerima akan membelanjakan uang tersebut untuk membuat jamban sehat. “Kita tidak menyebut merk apa, tapi standar sesuai kaidah jamabn sehat, harus tertutup, kemudian ada bariernya, jadi tidak langsung seperti wc cemplung kan tidak ada barrier, antara udara dengan tempat penampungannya. Tetap ada kriterianya jamban sehat,” ungkapnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menuturkan melalui program tersebut diharapkan masyarakat bisa memiliki jamban yang sehat. “Karena kita ingin mencapai apa yang kita sebut 100-0-100, 100 persen akses sanitasi layak, 0 persen kampung kumuh dan 100 persen akses air bersih yang layak,” katanya.
BACA JUGA: Pembangunan Terminal Imogiri akan Dilakukan pada 2025
Menurutnya, masalah sanitasi juga punya sumbangsih terhadap kualitas kesehatan. Maka setiap tahun Pemkab Bantul selalu menganggarkan untuk program jamban sehat ini. “Supaya dapat mencapai capaian SDGs [Sustainable Development Goals], salah satunya sanitasi layak dan air bersih,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.