Jembatan Jonge Diperbaiki, Jadi Prioritas Infrastruktur di Gunungkidul
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Ilustrasi pemeriksaan kendaraan luar daerah yang masuk melalui pintu di Pos Hargodumilah, Kapanewon Patuk./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul terus mempersiapkan diri untuk menyambut libur akhir tahun. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan rekayasa arus lalu lintas guna mengurai terjadinya penumpukan kendaraan.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan untuk kelancaran selama libur akhir tahun pihaknya menerjunkan 94 personel. Tim ini dibagi dalam beberapa ketugasan mulai dari pelayanan angkutan dan terminal; pendataan angkutan yang keluar masuk Gunungkidul.
Selain itu, juga ada personel untuk penganturan lalu lintas, baik di jalur utama dan wisata; pengamanan arus mudik maupun balik. “Ada juga tim pengawasan untuk layanan perparkiran maupun fasilitas jalan lainnya,” katanya, Kamis (14/12/2023).
Menurut dia, personel diterjunkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan. Selama liburan berlangsung diprediksi ada lonjakan kendaraan yang keluar masuk.
Guna memastikan arus tetap lancar, sudah menyiapkan skenario rekayasa arus lalu lintas. Meski demikian, Bayu memastikan penerapan sangat bergantung dengan situasi dan kondisi di lapangan. “Ya kalau lancar, maka tidak ada rekayasa,” katanya.
BACA JUGA: Dishub Bantul Petakan Rekayasa Lalu Lintas Selama Libur Nataru di Jalan Parangtritis
Bayu mengungkapkan, ada beberapa titik yang berpotensi terjadi penumpukan atau kepadatan lalu lintas. Rekayasa jalur juga sudah dipersiapkan.
Rencananya di lokasi ini akan dipasang pembatas. Pengunjung dari arah Jogja menuju HeHa tidak bisa langsung berbelok karena harus memutar terlebih dahulu ke tikungan Kali Pentung terus belok ke kiri menuju destinasi.
Untuk kendaraan pribadi, diminta menggunakan jalur alternatif. Di sisi barat yang dipersiapkan dengan melintasi Pasar Playen menuju Dlingo, Bantul.
Sedangkan di sisi barat bisa mengakses lewat jalur alternatif Gunungkidul-Sleman via Sambipitu-Nglanggeran-Tawang hingga wilayah Sleman melalui Sorogedug menuju Prambanan. “Untuk bus wisata tetap lewat jalur utama Jogja-Wonosari,” kata Bayu.
Bus wisata dari Klaten, Solo dan sekitarnya diarahkan masuk melalui Jalan Baron. Dari arah Wonogiri, Pacitan bisa mengakses Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). “Untuk dari arah Jogja bisa lewat simpang tuga Gading ke kanan menuju Playen, Paliyan, kemudian masuk JJLS ke Pantai,” katanya.
Bus pariwisata dengan tujuan Solo dan sekitarnya melalui JJLS menuju ke timur hingga Tepus untuk kemudian melewati perempatan Mulo.
Di sisi barat dipersiapkan JJLS hingga masuk wilayah perbatasan Bantul. “Bus besar bisa via Paliyan kemudian masuk jalur utama Jogja-Wonosari. Sedangkan mobil pribadi akan diarahkan melalui Panggang menuju Imogiri, Bantul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.