Wisatawan Naik, Uang Masuk Melambat: Fenomena Baru Pariwisata Sleman
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Jungwok Blue Ocean, beach club pertama di Kabupaten Gunungkidul. - Instagram @jungwokblueocean
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul telah menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2024 sebesar Rp29 miliar. Target tersebut naik dibandingkan tahun lalu. Menyusul kenaikan tersebut, Dispar resmi menaikkan tarif retribusi di beberapa destinasi pantai.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan kenaikan telah diberlakukan sejak Senin (1/1/2024) mendasarkan pada Perda No. 9 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.
“Tidak semua retribusi destinasi pantai naik. Hanya beberapa saja seperti Kawasan Pantai Baron sampai ke Indrayanti,” kata Supriyanta dihubungi, Selasa (2/1/2024).
BACA JUGA: Libur Nataru, Gunungkidul Dikunjungi Ratusan Ribu Wisatawan
Menurut Supriyanta, keputusan untuk menaikkan retribusi tersebut karena Dispar telah menaikkan target PAD termasuk mempertimbangkan volume kunjungan dan fasilitas yang telah dibangun Pemkab.
“Salah satunya untuk meningkatkan PAD juga. Tahun 2024 taget kami lebih dari Rp29 miliar. Naik dibandingkan tahun lalu,” katanya.
Lebih jauh, dia mengatakan tahun 2024, Dispar akan memberikan fasilitas tambahan di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) seperti mandi cuci kakus (MCK). Sisanya hanya pemeliharaan Closed Circuit Television (CCTV) di beberapa TPR.
Sementara itu, Kepala Dispar Gunungkidul, Oneng Windu Wardana mengatakan tidak semua tarif retribusi naik.
"Khusus tarif retribusi pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olah raga yang diukur berdasarkan jenis fasilitas, frekuensi pelayanan, dan/atau jangka waktu pemakaian fasilitas tempat rekreasi, pariwisata, dan olah raga ada perubahan harga tiket. Ada yang turun, naik, dan ada pula yang tidak mengalami perubahan," kata Windu.
Objek Wisata Gunungkidul
Windu menambahkan dari tujuh belas kawasan yang menjadi objek retribusi tempat rekreasi, pariwisata, dan olah raga, hanya ada satu kawasan harga tiket atau tarifnya turun, lalu enam kawasan harga tiket naik, dan ada sepuluh kawasan yang harga tiket tetap.
Tiket turun dari Rp10.000 menjadi Rp8.000 mencakup Kawasan Pantai Poktunggal, Seruni, dan Watunene.
Sedangkan harga tiket naik dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 mencakup Kawasan Pantai Baron, Pantai Buluk, Pantai Ngrawe, Kukup, dan Porok. Selain itu ada Pantai Nglolang, Pantai Sepanjang, Sanglen, Watukodok, Drini, dan Watubolong. Kemudian ada Pantai Midodaren, Pantai Sarangan, Krakal, Slili, Sadranan, Ngandong, Sundak Barat, dan Pantai Sundak Timur. Terakhir ada Pantai Somandeng, Pantai Pulangsawal, Trenggole, dan Watulawang.
Kenaikan tiket dari Rp5.000 menjadi Rp8.000 mencakup Kawasan Pantai Wediombo, Pantai Jungwok, Pantai Greweng, Sedahan, Watulumbung dan Bukit Pengilon. Ada juga Kawasan Pantai Ngobaran, Pantai Nguyahan, Pantai Ngrenehan, Widodaren, dan Torohudan.
"Setelah itu ada Kawasan Pantai Timang, Pantai Gesing, Pantai Buron, Nguluran, Wohkudu, dan Kesirat. Terus Kawasan Watugupit, Situs Gembirowati, Sendang Beji, Goa Langse, dan Goa Tapan," katanya.
Sementara untuk tarif tiket tetap mencakup Kawasan Pantai Siung, Pantai Nglambor dan Pantai Jogan. Lalu, Kawasan Pantai Ngedan dan Pantai Butuh; Kawasan Embung Sriten; Kawasan Kalisuci; Kawasan Gua Cerme; dan Kawasan Gunung Gambar. Kemudian masih ada Kawasan Gua Pindul; Kawasan Gua Rancang Kencono dan Air Terjun Sri Getuk; Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran; Kawasan Embung Nglanggeran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Samsung mengungguli Apple dalam survei kepuasan pengguna smartphone di Amerika Serikat versi ACSI 2026. Galaxy S Series jadi yang tertinggi.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.