Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi pohon tumbang - ist/BPBD Sleman
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja mengimbau masyarakat untuk waspada selama musim hujan dengan berbagai potensi bencana hidrometeorologi. Tahun ini dianggarkan sebesar Rp3 miliar untuk upaya mitigasi bencana.
Kabid Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstrusi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Budi Purwono menjelaskan dari akhir 2023 hingga awal 2024 ini bencana hidrometeorologi di Kota Jogja kebanyakan kejadian pohon tumbang dan atap roboh.
“Ini perlu menjadi perhatian kita semua, warga harus waspada. Dari prospek tiga harian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrim akan memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor yang terjadi di sepanjang bantaran sungai. Potensi itu akan terjadi sampai Februari,” ujarnya, Jumat (5/1/2024).
Dari pengalaman di Kota Jogja, bencana hidrometeorologi terbesar yakni longsor di Bantaran sungai Code pada 2018. Pengalaman tersebut menjadi pengingat jika bencana hidrometeorologi trennya terjadi di kisaran Februari-Maret. “Kami berharap semua masyarakat, TNI, Polri dan OPD terkait saling membantu mengantisipasi,” katanya.
BACA JUGA: Evakuasi Longsor Kulonprogo Baru Mencapai 50 Persen, Akses Jalan Masih Terputus
Terkait dengan pohon tumbang, ia menuturkan kebanyakan pohon di pinggir jalan Kota Jogja adalah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan DLH Kota Jogja untuk perawatan rutin pohon-pohon di Kota Jogja.
“Untuk masyarakat, karena di seluruh kampung Kota Jogja itu sudah ada KTB [Kampung Tangguh Bencana], kami harap agar bisa berkolaborasi dan berkooridnasi dengan sukarelawan masing-masing kampung untuk mengkondisikan pohon atau rumah yang memang ada perbaikan terkait dengan kesiapsiagaan bencana,” katanya.
Di Kota Jogja saat ini ada 154 KTB dari total 169 kampung. Tahun ini akan dituntaskan seluruh kampung memiliki KTB. Di setiap KTB, selain menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk kesiapsiagaan bencana, juga sudah dibekali dengan peralatan mitigasi bencana seperti motor roda tiga, peralatan penyelamatan, pompa air, genset dan lainnya.
Tahun ini BPBD Kota Jogja menyiapkan anggaran mitigasi bencana sekitar Rp3 miliar, dengan kegiatan kesiapsiagaan KB, penanganan kedaruratan dan penanganan pasca bencana, termasuk rehabilitasi rumah terdampak bencana.
“Kami sampaikan kalau memang masyarakat memerlukan bantuan, yang berkaitan dengan permakanan tentu ada, kemudian terkait dengan rumah rusak, itu ada proses kami melakukan bantuan rehabilitasi terdampak bencana. Itu sudah berjalan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Cristiano Ronaldo masuk skuad Portugal di Piala Dunia 2026. Ini daftar lengkap pemain dan peluang juara Selecao das Quinas.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.