Advertisement
KAI Daop 6 Jogja Antisipasi Potensi Gangguan Perjalanan Kereta Api Akibat Bencana Alam
Foto ilustrasi. - Solopos/M. Ferri Setiawan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengantisipasi terjadinya gangguan perjalanan kereta api karena potensi bencana alam di kawasan jalur rel.
Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro di Yogyakarta mengatakan upaya antisipasi dengan menetapkan daerah penanganan khusus karena berpotensi terjadi bencana seperti banjir dan tanah ambles.
Advertisement
"Antisipasi yang dilakukan KAI Daop 6 Yogyakarta adalah membuat drainase agar aliran air di kanan kiri jalur mengalir lancar ke sungai. Dalam hal ini, kami juga bekerja sama dengan BMKG setiap hari untuk mendapatkan informasi tentang cuaca atau iklim," kata dia.
BACA JUGA : Jalur KA di Bandung Sudah Bisa Dilalui, Kereta Api dari Yogyakarta Tidak Lagi Memutar
Menurut Krisbiyantoro, jalur KA Daop 6 yang ditetapkan sebagai daerah penanganan khusus berada di lintas utara, yakni di sekitar Sumber Lawang hingga Kaliyoso, Sragen, Jawa Tengah. "Jalur-jalur tersebut kategorinya adalah banjir dan tanah ambles," kata dia.
Dengan ditetapkan sebagai daerah penanganan khusus karena mempunyai kontur tanah yang labil dan rawan banjir, menurut dia, petugas KAI selalu melakukan pengecekan secara rutin di kawasan itu.
Sesuai dengan prosedur tetap saat terjadi hujan selama 2 jam terus-menerus, kata Krisbiyantoro, petugas KAI wajib memeriksa di sepanjang jalur tersebut, baik titik aliran air maupun track dengan kategori tanahnya labil.
Saat ditemukan kejanggalan untuk perjalanan kereta api, lanjut dia, langsung ditetapkan perjalanannya dibatasi.
"Maksimal seperti orang berjalan kaki atau 5 kilometer per jam. Itu awal tahap untuk penyelamatan kereta api," ujar dia.
BACA JUGA : Dua KA Tabrakan di Bandung, Perjalanan Kereta Api dari Daop 6 Yogyakarta Dialihkan
Terkait dengan risiko kecelakaan KA seperti yang terjadi di Bandung beberapa waktu lalu, Krisbiyantoro menilai sepanjang jalur Daop 6 lebih aman karena telah menggunakan jalur ganda (double track) sehingga potensi kecelakaan lebih kecil.
"KA punya jalur masing-masing. Ke Jakarta atau hilir punya jalur sendiri, atau jalur arah hulu ke Surabaya mempunyai jalur tersendiri. Beda dengan lintas Banjar, Bandung yang masih menggunakan single track, jalur tunggal yang dipakai bergantian dari arah barat dan timur," kata Krisbiyantoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Momen Haru di Bandara Saat Presiden Tenangkan Keluarga Prajurit
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement









