Alyakha Kolektif Angkat Ancaman Deforestasi Papuadi ARTJOG 2026
Alyakha Kolektif Angkat Ancaman Deforestasi Papua Lewat Instalasi "Nafas Kehidupan" di ARTJOG 2026
Deklarasi diberikan oleh lebih dari 400 Petani yang tergabung dalam Forum Komunikasi Petani Kalasan. Deklarasi berlangsung di Pasar Lelang Cabai, Sekretariat Gapoktan Tirto Sembodo, Kapanewon Kalasan, Sabtu (13/1/2024) pagi. /Istimewa.
SLEMAN—Deklarasi dukungan kepada Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI DIY Sri Purnomo kembali datang dari kalangan petani. Kali ini, ratusan petani dari Kapanewon Kalasan mendeklarasikan diri mendukung mantan Bupati Sleman tersebut.
Deklarasi diberikan oleh lebih dari 400 Petani yang tergabung dalam Forum Komunikasi Petani Kalasan. Deklarasi berlangsung di Pasar Lelang Cabai, Sekretariat Gapoktan Tirto Sembodo, Kapanewon Kalasan, Sabtu (13/1/2024) pagi.
Sebagai wujud simbol dukungan kepada Sri Purnomo, perwakilan petani ini memakaikan caping sebagai tanda menitipkan aspirasi dan perjuangan petani. Pemberian caping ini sebagai simbol agar Sri Purnomo dapat melindungi para petani melalui berbagai usulan dan memperjuangkan aspirasi petani.
BACA JUGA : Sri Purnomo Dorong Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Sampah di DIY
Perwakilan Forum Komunikasi Petani Kalasan, Janu Riyanto menyampaikan bahwa kondisi terkini para petani khususnya di wilayahnya mengalami situasi yang sangam berat. Kendala yang dialami pejuang pangan ini masih didominasi kesulitannya mendapatkan pupuk dan bbm subsidi.
“Kalau mau swasembada pangan, pupuk menjadi faktor penning yang harus ada dan tersedia dalam jumlah banyak. SDM kita sudah maju, alshintan kita juga sudah maju, tapi kalau pupuknya susah juga sama saja,” ungkapnya.
Janu menegaskan bahwa banyak aspirasi petani di Kalasan yang belum diperhatikan secara maksimal terutama oleh wakil rakyat. Banyak aspirasi mereka soal pertanian yang belum bisa diperjuangkan dengan baik dan hanya menjadi janji-janji kampanye..
“Kami semua yang ada disini merasa harus punya wakil yang bisa memperjuangkan aspirasi kami di pusat (DPR RI) khususnya untuk pertanian. Dan sosok itu ada pada pak Sri Purnomo,” terangnya.
“Pak SP (Sri Purnomo) ini orangnya sudah berpengalaman di dunia pemerintahan menjadi pimpinan selama tiga periode sejak Wakil Bupati. Dan kinerjanya untuk para petani selama memimpin Sleman sudah tidak diragukan lagi,” katanya.
Sementara, Sri Purnomo yang datang di acara itu menyampaikan apresiasi atas dukungan para petani dari Kalasan. Dengan dukungan tersebut, pihaknya berharap melalui perjuangan yang dilakukan ke depan akan membawa dampak manfaat yang lebih banyak untuk para petani.
“Dari deklarasi ini ada harapan yang dititipkan kepada kami untuk memperjuangkan masa depan yang lebih terjamin di dunia pertanian. Ini yang harus kita suarakan selalu, karena tidak hanya untuk mewujudkan swasembada pangan saja, tetapi makmur juga petaninya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alyakha Kolektif Angkat Ancaman Deforestasi Papua Lewat Instalasi "Nafas Kehidupan" di ARTJOG 2026
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.
Platform Sapa UMKM jadi strategi pemerintah untuk pembinaan berbasis data dan membuka kemitraan UMKM dengan industri besar.
Kemendag dorong UMKM penuhi syarat ekspor global. Regulasi ketat jadi tantangan utama, termasuk standar kesehatan dan lingkungan.
Gelombang panas ekstrem di AS tewaskan 25 orang, pecahkan rekor suhu, dan sebabkan listrik padam di ratusan ribu rumah.