Jadwal SIM Keliling Bantul 20 Juni 2026, Cek Lokasi dan Jam Layanan
Jadwal SIM keliling Bantul Juni 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya. Kuota terbatas, warga diminta datang lebih awal.
Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik (TKKKP), Kemenkominfo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para Penyuluh Informasi Publik (PIP), Selasa (3/1/2024) di Jogja. Ist/kemkominfo
Harianjogja.com, JOGJA—Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik (TKKKP), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para Penyuluh Informasi Publik (PIP) Tahun 2024.
Bimtek yang digelar di Joga pada Selasa (30/1/2024) tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan mengoptimalkan fungsi PIP Bimtek PIP. Sebanyak 42 PIP rekrutmen 2024 mengikuti Bimtek kali ini. Mereka berasal dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Bapak Hasyim Gautama, menekankan tentang pentingnya pendekatan yang berbeda dari PIP dalam rangka melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Dia berharap peserta dapat menyampaikan pesan program pemerintah dengan pendekatan yang berbeda.
"Berangkat dari kedekatan yang telah terbangun selama ini antara Bapak dan Ibu dengan komunitasnya masing-masing, tentu dapat membuat kegiatan penyampaian sebuah informasi dapat lebih diterima di hati,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Dengan karakter pendekatan yang berbeda, dia berharap PIP dapat memecah kebuntuan pemahaman masyarakat tentang isu yang sedang beredar. Dengan demikian, masyarakat akan menerima informasi yang benar.
"Dengan pendekatan-pendekatan khas inilah, harapannya informasi yang selama ini sulit sampai dan diterima baik oleh masyarakat dengan kondisi dan karakter tertentu, dapat terpecahkan melalui peran besar PIP," tambah Hasyim.
Pada bimtek kali ini seluruh PIP diberikan materi terkait isu kesehatan dan ketenagakerjaan. Menurut Hasyim materi kesehatan dinilai penting mengingat perkembangan penyakit polio saat ini sehingga PIP diharapkan mampu memahami manfaat dari imunisasi dan mendorong partisipasi masyarakat untuk imunisasi.
“Nanti, akan disampaikan materi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan materi Advokasi Imunisasi untuk mendorong imunisasi bagi anak-anak terutama terkait imunisasi polio. Dengan bantuan Bapak dan Ibu diharapkan Indonesia dapat kembali mencapai nol kasus polio sehingga anak-anak Indonesia bisa tumbuh dan berkembang menjadi SDM yang unggul," jelas Hasyim.
BACA JUGA: BPBD DIY: Hujan dan Angin Kencang Sebabkan Tanah Longsor di Gunungkidul
PIP akan didukung dengan Sistem Informasi PIP dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini tentu akan mempermudah PIP dalam menerima informasi dan melakukan pelaporan atas kinerja PIP. Mengingat posisi PIP yang ditempatkan di daerah 3T, digitalisasi komunikasi PIP ini sangat mendukung kinerja PIP dalam menciptakan perubahan perilaku masyarakat.
“Harapannya informasi tersebut tidak hanya diketahui dan dipahami oleh masyarakat, tapi lebih dari itu dapat tercipta perubahan perilaku di masyarakat ke arah yang lebih baik sehingga peran besar dan kerja keras PIP dapat berkontribusi pada peningkatan indeks pembangunan manusia di Indonesia, khususnya di wilayah 3T," ujarnya.
PIP diberi tugas menggaungkan program dan kebijakan strategis pemerintah hingga ke masyarakat di wilayah 3T dan daerah lainnya yang masih memerlukan penyampaian pesan melalui metode komunikasi tatap muka dalam rangka pemerataan informasi.
Sejalan dengan itu, Epidemiolog Ahli Madya Kementerian Kesehatan Reza Isfan yang hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya informasi terkait imunisasi kepada masyarakat. Kedekatan PIP dengan masyarakat dinilai menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan terhadap manfaat imunisasi.
“Dukungan yang diharapkan dari PIP dalam mendukung upaya pelaksanaan imunisasi yaitu upaya edukasi masyarakat melalui pertemuan di pengajian dan tokoh di wilayah PIP bertugas, serta membantu menanggulangi rumor atau hoaks mengenai imunisasi,” ungkap Reza.
Reza juga menjelaskan manfaat imunisasi bagi perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia ke depan. Pasalnya imunisasi dapat mencegah penyakit menular yang menyebabkan anak tumbuh dengan tidak maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Bantul Juni 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya. Kuota terbatas, warga diminta datang lebih awal.
Pemkab Sleman siap menerapkan UU Penyesuaian Pidana. Ribuan perda tak perlu direvisi satu per satu berkat mekanisme konversi sanksi.
Biodiesel B50 mulai diterapkan 1 Juli 2026. Pakar UMY menjelaskan dampak B50 terhadap mesin diesel, performa kendaraan, dan konsumsi BBM.
Gapasdap mendesak pemerintah menaikkan tarif penyeberangan karena biaya operasional kapal melonjak dan membebani pelaku usaha.
Dana Transfer DIY turun Rp167 miliar pada 2026. Yashinta Sekarwangi berkomitmen memperjuangkan kenaikan TKD dalam APBN 2027.
Pemkab Sleman pastikan relokasi Korwil Mlati tak ganggu layanan pendidikan. Penataan lahan dorong PAD dan program ekonomi.