Advertisement
Kenalkan Keistimewaan DIY, Para Pelaku Wisata Ikuti Sosialisasi Nilai-nilai Keistimewaan DIY
Suasana sosialisasi nilai-nilai keistimewaan DIY di Sukoreno, Sentolo pada Kamis (1/2/2024). - Istimewa // Dinpar DIY
Advertisement
KULONPROGO—Menjadi daerah dengan salah satu tujuan wisatawan, DIY dikunjungi jutaan wisatawan tiap tahunnya. Agar pelancong yang datang memahami seluk beluk istimewanya DIY, para pelaku wisata di Kulonprogo digarda terdepan dibekali nilai-nilai keistimewaan DIY.
Jabatan Fungsional Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinpar DIY, Erni Srijarwati Harahap mengungkapkan agenda sosialisasi nilai-nilai keistimewaan DIY ini telah digelar 60 titik sejak 2023. Sasarannya sama, para pelaku wisata yang tersebar di beragam destinasi di DIY.
Advertisement
BACA JUGA: Aktivitas Merapi Masih Tinggi, Sepekan Luncurkan 143 Guguran Lava
Bukan tanpa alasan Dinpar menggelar sosialisasi yang menyasar para pelaku wisata ini. Sebagai elemen terdepan dan terdekat dengan para wisatawan, pelaku wisata diharapkan bisa mengenalkan nilai-nilai keistimewaan DIY kepada wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri.
"Mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi nilai-nilai keistimewaan ini pelaku wisata dapat menerima tamu atau menerima kunjungan wisata dari dalam maupun luar negeri sesuai dengan nilai-nilai adat dan budaya yang hidup di DIY," terang Erni pada Kamis (1/2/2024) di Sukoreno, Sentolo.
Tak hanya di Sukoreno, kegiatan syarat manfaat ini juga dilakukan di Banjaroyo, Kalibawang, Banjarasri, Kalibawang, Purwosari, Girimulyo dan Tuksono, Sentolo. Sasarannya sama, para pelaku wisata agar memiliki bekal pengetahuan nilai-nilai keistimewaan DIY yang bisa disampaikan kepada para pelancong.
Sosialisasi nilai-nilai keistimewaan ini menggandeng Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Indonesia. Staf Biro diklat HPI DIY, Isnani Fajri menilai nilai-nilai keistimewaan DIY ini penting diketahui dan dipahami oleh pelaku wisata. Fajri meyakini sebenarnya banyak pelaku wisata yang telah mengimplementasikan keistimewaan DIY itu sendiri. Hanya saja mungkin dalam penyampaiannya saat ditanya oleh pelancong belum bisa menjelaskan secara luwes.
"Nilai-nilai keistimewaan ini sangat penting dikuasai masyarakat. Tidak hanya diketahui tapi juga sebetulnya pada dasarnya masyarakat sudah mengimplementasikan tapi tidak bisa memberikan atau membagikan informasi tersebut kepada pengunjung," ungkapnya.
Pesan edukasi yang didorong pada aspek budaya dari masyarakat itu sendiri. Kegiatan ini bertujuan memberikan catatan kepada pelaku wisata tentang apa saja yang bisa disampaikan kepada pengunjung tentang nilai-nilai keistimewaan DIY.
"Maka Kegiatan ini untuk memberikan note atau catatan-catatan bagi masyarakat dan pelaku itu bisa mentransfer pada siapapun yang ia temui ketika dia berkunjung di DIY," lanjutnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement








