Advertisement

Komisi X DPR RI Puji Pengembangan Ekonomi Kreatif di Sleman

David Kurniawan
Rabu, 28 Februari 2024 - 09:17 WIB
Sunartono
Komisi X DPR RI Puji Pengembangan Ekonomi Kreatif di Sleman Proses penerimaan kunjungan kerja dari perwakilan Komisi X DPR RI di ruang rapat Pemkab Sleman, Selasa (27/2/2024). - Harian Jogja/David Kurniawan.

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Komisi X DPR RI memuji perkembangan pariwisata, ekonomi kreatif hingga keolahragaan di Sleman. Hal ini ditandai dengan adanya berbagai program mulai dari internet gratis di Tingkat padukuhan hingga adanya program sports center di klaurahan.

“Ini bagus dan bisa menjadi contoh yang baik bagi daerah lain,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudin saat berkunjung ke kantor Pemkab Sleman, Selasa (27/2/2024).

Advertisement

BACA JUGA : Naik Kelas, Saatnya Pasar Rakyat Geliatkan Perekonomian Kota Jogja

Berdasarkan paparan dari Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Ia mengakui ada program-program yang jadi unggulan di Kabupaten Sleman. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi yang utama dikarenakan keberadaannya mampu menyubang 30% dari Pendapatan Asli Daerah yang dimiliki.

“Dari kunjungan ini, kita banyak mendapatkan saran dan masukan terkait dengan ketugasan yang dimiliki mulai dari bidang kepariwisataan, ekonomi kreatif, Pendidikan hingga keolahragaan,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra Nuroji. Menurut dia, pengembangan ekonomi kreatif di Sleman berjalan dengan bagus.

Indikator ini bisa dilihat dari upaya promosi makanan khas yang dimiliki dengan memanfaatkan teknologi dan informasi. Ia mengakui mengetahui Gudeg Koyor menjadi makanan khas di Sleman melalui media sosial, sehingga saat berkunjung menyempatkan diri untuk mencicipinya.

“Pemanfaatan internet atau media sosial sangat penting untuk memperluas jangkauan pemasaran dan ini sudah dilakukan,” katanya.

Menurut Nuroji, pengembangan tidak hanya untuk masalah pemasaran, namun juga terlihat dari infrastrukur pendukung dalam sektor kepariwisataan. Ia tidak menampik saat berkunjung ke DIY menginap di salah satu homestay di Kapanewon Gamping.

“Sudah memanfaatkan teknologi dalam pelayanan karena tidak langsung bertemu dengan pemiliknya. Untuk kunci homestay juga sudah memakai password untuk mebukanya sehingga memudahkan pengunjung,” katanya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, adanya kunjungan dari Komisi X DPR RI bisa semakin mengoptimalkan pengembangan sektor Pendidikan, pariwisata dan ekonomi kreatif maupun keolahragaan di Bumi Sembada. Meski demikian, ia tidak menampik sektor wisata masih menjadi perhatian utama bersama dengan pengembangan ekonomi kreatif.

BACA JUGA : Pemerintah Targetkan Perputaran Uang Sektor Wisata Capai Rp3.000 Triliun pada 2024

Menurut dia, sepanjang 2023 ada kunjungan sekitar delapan juta orang. Hal ini tak lepas adannya keunikan dan daya Tarik tersendiri, khususnya di 80 desa wisata di Kabupaten Sleman.

“Pengembangan wisata tidak melulu tentang destinasi, tapi juga ada kolaborasi untuk potensi UMKM, kuliner, budaya serta potensi lokal pertanian, Perkebunan, geo heritage  serta teknologi digital,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Jual Miras, Toko di Berbah Ditutup

Jual Miras, Toko di Berbah Ditutup

Jogjapolitan | 25 minutes ago

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Perbaikan Tol Bocimi Akibat Longsor Ditargetkan Rampung Juni

News
| Selasa, 16 April 2024, 16:37 WIB

Advertisement

alt

Sambut Lebaran 2024, Taman Pintar Tambah Wahana Baru

Wisata
| Minggu, 07 April 2024, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement