Advertisement
Sakapari Angkat Isu Kecerdasan Buatan dalam Membangun Kota
Penyampaian materi oleh Keynote Speaker pada Sesi Panel disampaikan oleh Asisten Profesor Musthapa El Moussaoui dari Free University Bozen-Bolzano. - Zoom.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pakar perencana dari lintas negara membahas arsitektur berwawasan lingkungan dan isu pemanfaatan kecerdasan buatan dalam kegiatan Seminar Karya dan Pameran Arsitektur Indonesia (Sakapari) ke-13 yang dibuka secara daring pada Sabtu (9/3/2024). Keynote Speaker pada Sesi Panel disampaikan oleh Asisten Profesor Musthapa El Moussaoui dari Free University Bozen-Bolzano.
Ketua Jurusan Arsitektur UII Profesor Noor Cholis Idham menjelaskan kegiatan ini secara khusus mengangkat tema Artificial Intelligence in the City. Konsep kecerdasan buatan dalam membangun kota ini tak terlepas dari perencanaan pembangunan yang tidak mengesampingkan lingkungan.
Advertisement
BACA JUGA : Penggunaan Kecerdasan Digital Bakal Diatur Khusus
Secara umum materi antara lain permukiman, lansekap, dan urbanisme (PLU), sains dan teknologi bangunan (STB), arsitektur digital dan lingkungan cerdas (ADL), sejarah teori dan kritik arsitektur (STK), serta advokasi dan profesi (ADP) dengan fokus pada berbagai latar belakang.
"Dari kelima topik tersebut semoga dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat tentang pemikiran kritis yang dihadapi pada lingkungan terbangun dengan penelitian yang dipresentasikan pada seminar tersebut," katanya.
Ketua panitia Sakapari M. Kholif Lir Widyaputro menambahkan dalam semiar ini berjumlah 80 makalah yang tersebar pada 5 topik penelitian yang relevan dengan persoalan pembangunan di era saat ini. Selain itu menyajikan 55 karya arsitektur yang dipamerkan baik secara luring dan daring.
Pameran luring dapat dikunjungi di lantai 1 sayap utara gedung Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Kampus Terpadu UII. Adapun pameran daring pameran dapat dikunjungi secara virtual melalui Artstep Virtual Exhibition yang dibuka sejak 4 Maret 2024.
"Salah satu isu yang dibahas misalnya seputar inovasi solar chimney dengan material batu baya styrofoam, pemanfaatan limbah bekisting bambu sebagai shading untuk mereduksi sinar matahari, dan pemanfaatan turbine ventilator dari kaleng bekas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kemenhub Ancam Bekukan Izin Truk yang Nekat Langgar Aturan Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ingin Berlibur ke Solo tanpa Macet, Cek Jadwal KRL Minggu 22 Maret
- Catat bagi Warga Soloraya, Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Ingin Balik setelah Lebaran di Jogja, Ini Jadwal KA Bandara YIA
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Catat Lur, Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 22 Maret 2026
Advertisement
Advertisement







