Advertisement

Jalur Rawan Bencana Diperbaiki, Jalur Alternatif Butuh Penerangan Tambahan

Catur Dwi Janati
Kamis, 04 April 2024 - 07:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Jalur Rawan Bencana Diperbaiki, Jalur Alternatif Butuh Penerangan Tambahan Kondisi terkini Jalan Tol Solo-Yogyakarta Seksi 1.1 yang akan dibuka fungsional jelang mudik lebaran 2023, Kamis (13/4 - 2023)./JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN–Sejumlah jalur rawan bencana di DIY patut diwaspadai para pemudik padabmudik lebaran tahun ini. Selain itu keberadaan jalur alternatif terus disiapkan untuk menampung para pemudik yang memilih opsi berkendara di jalur alternatif. 

Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Alfian Nurrizal mengungkapkan ada sejumlah jalur kendaraan yang rawan bencana di DIY. Salah satu jalur rawan tersebut terletak di kawasan Gunung Merapi.  "Yang jelas untuk [rawan] bencana itu di daerah yang kita ketahui ada daerah Gunung Merapi yang sewaktu-waktu bisa terjadi [aktivitas]," terang Alfian ditemui pada Rabu (3/4/2024)

BACA JUGA: Lebaran Makin Dekat, Perbaikan Jalan di DIY Dikebut

Advertisement

Jalur rawan bencana lainnya menurut pemetaan Alfian terletak di daerah Gunungkidul. Di sana, terdapat jalur-jalur yang disinyalir rawan longsor apalagi saat terjadi hujan. 

Hanya saja Alfian melihat pembangunan infrastruktur di jalur rawan longsor sudah mulai membaik. Kemajuan ini diharapkan Alfian membuat longsoran tidak terjadi.   

"Bencana lainnya mungkin ya tanah longsor, ini masih musim hujan di daerah Bukit Bintang, daerah Gunungkidul. Tapi saya lihat untuk infrastruktur sekarang sudah mulai membaik tapi mudah-mudahan ya tidak terjadi [bencana], tapi kita sudah siap siagakan dengan Basarnas," tandasnya. 

Jalur Alternatif 

Sementara itu, untuk jalur alternatif para pemudik, Polda DIY lanjut Alfian telah memasang sejumlah rambu-rambu penunjuk arah. "Kondisinya saat ini sudah kita pasang [penunjuk] arah," ungkapnya.

Beberapa jalur alternatif yang bisa dilalui penduduk lebaran 2024 di antaranya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), jalur Turi dan sebagainya. "JJLS Untuk yang dari Congot menuju ke Rongkop dan juga bisa lewat Semin yang menuju Sukoharjo," ungkapnya. 

"Kalau yang utara dari Magelang, dari  Tempel langsung ke tekuk kiri itu [jalur Turi] sudah langsung, nanti tembusnya di Prambanan. Itu Insyaallah sudah kita pasang rambu-rambunya dan jalannya juga sudah bagus, sudah kita cek kok," tegasnya. 

Meski dipastikan kondisi jalan di jalur alternatif ini sudah bagus, Alfian mencatat ada jalur alternatif yang membutuhkan penerangan tambahan.  Jalur alternatif yang dinilai Alfian masih membutuhkan penerangan tersebut ada di JJLS.

"Contoh yang JJLS, JJLS masih penerangan yang kurang ini. Juga ada terputus, sebenarnya jalannya sudah bagus semua. Cuma hanya di daerah Pandansimo yang hanya baru dibangun kurang lebih sekitar dua kilometer itu sebenarnya panjangnya jembatannya, tapi untuk jalanan selebihnya itu sekitar 117 atau 121 km itu jalannya bagus semua, lebar. Cuma hanya satu kekurangannya, penerangan saja," tegasnya. 

Selain itu Alfian  juga menyinggung sarana penunjang musik seperti bengkel dan penjual bahan bakar di jalur alternatif. Salah satunya di rute mudik jalur alternatif JJLS yang disebut Alfian sudah banyak penyedia bahan bakar dan bengkel keliling. 

"Untuk Pertamini atau bengkel portabel, masyarakat banyak yang sudah menyiapkan di situ," tegasnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengungkapkan ada sejumlah jalur yang berpotensi dilewati pemudik yang rawan banjir dan longsor di Sleman. Untuk jalur rawan banjir atau tergenang, Bambang berkaca pada data kejadian serupa pada hujan deras beberapa waktu lalu. 

BACA JUGA: MUDIK LEBARAN: Polres Bantul Petakan Jalan Rawan Kecelakaan

"Kalau rawan banjir yang jelas jalan ring road UPN itu, rawan banjir. Kemudian di sekitar Maguwoharjo karena curah hujan kemarin cukup tinggi cukup rawan," ungkapnya.

Di sisi lain, jalur rawan longsor umumnya berada di area perbukitan Prambanan. Sementara jalur-jalur yang berada di tepi sungai juga patut diwaspadai untuk kerawanan longsor.

"Rawan longsor kalau wilayahnya Prambanan pastinya, Gayamharjo, Sambirejo, bukit kan longsor itu karena curah hujan tinggi," terangnya.  

Masyarakat juga diminta hati-hati saat melintasi atau berada di lereng Gunung Merapi yang hingga kini masih berstatus siaga tersebut. "Di daerah lereng Merapi nanti kan banyak wisatawan, akan menggunakan wisata jip. Hati-hati karena banyak pemudik. Kemudian cuaca hidrometeorologi sekarang masih pancaroba," tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Momen Haru di Bandara Saat Presiden Tenangkan Keluarga Prajurit

Momen Haru di Bandara Saat Presiden Tenangkan Keluarga Prajurit

News
| Sabtu, 04 April 2026, 20:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement