Ahmad Luthfi Sebut Budi Daya Udang Memiliki Prospek Bagus
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto panen raya udang di tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno.
Salah satu peserta yang telah merasakan manfaat program ini adalah Aldika Rahmatulloh, seorang mahasiswa program studi pendidikan luar biasa di salah satu universitas di Yogyakarta. Ia bercerita bagaimana ia mendapatkan pelayanan yang baik dengan memanfaatkan Program JKN. /Istimewa
JOGJA—Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang komprehensif telah dirasakan semua lapisan masyarakat secara merata, tanpa ada halangan biaya.
Tidak hanya kuratif, promotif, preventif, dan rehabilitatif tetapi penyakit yang ringan hingga berbiaya tinggi seperti katastropik juga masuk dalam manfaat Program JKN. Salah satu peserta yang telah merasakan manfaat program ini adalah Aldika Rahmatulloh, seorang mahasiswa program studi pendidikan luar biasa di salah satu universitas di Yogyakarta. Ia bercerita bagaimana ia mendapatkan pelayanan yang baik dengan memanfaatkan Program JKN.
“Tepatnya di tahun 2020, saya pernah memanfaatkan kepesertaan JKN saya untuk berobat. Saat itu saya memiliki amandel yang ukurannya cukup besar,” kata Aldika, Senin (29/04).
Aldika mencoba mengingat pengalamannya dua tahun lalu. Ia bercerita, awalnya ia sedang mengikuti tes untuk masuk menjadi anggota TNI/Polri. Salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti tes tersebut adalah kesehatan yang prima. Pada masa pemeriksaan kesehatan, diketahui amandel Aldika membesar dan membutuhkan pengobatan.
“Saya pergi ke puskesmas, kemudian dari sana diberikan rujukan untuk ke rumah sakit. Setelah itu dokter menyarankan saya menjalani operasi mengingat ukuran amandel yang cukup besar. Selain itu, karena saya akan mengejar waktu untuk mengumpulkan kelengkapan berkas tes TNI/Polri maka akan terlalu lama jika saya menunggu amandel ini mengecil dan baru dilakukan tindakan. Akhirnya keputusannya adalah dioperasi,” kata Aldika.
Pelayanan kesehatan yang ia dapatkan mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan rumah sakit diakses dengan menggunakan penjaminan Program JKN. Aldika mengaku pelayanan yang ia dapatkan baik dan tidak ada kendala berarti apa pun.
“Semua berjalan lancar, pihak dari fasilitas kesehatan juga memberikan arahan yang informatif. Semua terjamin oleh Program JKN. Saya tidak mengeluarkan biaya apa pun, gratis,” kata Aldika.
Amandel merupakan kelenjar yang berada di tenggorokan, di belakang hidung dan pangkal lidah. Fungsinya adalah menangkal kuman, bakteri dan virus yang akan masuk ke tubuh. Amandel juga berfungsi mencegah infeksi.
Apabila amandel meradang, maka akan terjadi pembengkakan dan rasa sakit saat menelan. Radang ini dapat diatasi dengan obat maupun operasi seperti yang dilakukan pada Aldika. Untuk mencegahnya, pasien dapat menjalani terapi mandiri dengan menjaga kebersihan mulut, mengkonsumsi makanan yang mudah ditelan serta mengurangi konsumsi zat tambahan seperti pewarna dan penguat rasa.
Aldika saat ini terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri sejak tahun 2019. Saat itu ia mengurus kepesertaannya di Kantor BPJS Kesehatan terdekat dari tempat tinggalnya.
“Saya asli Sumatera Selatan, pada tahun 2019 saya mengurus kepesertaan saya di Kantor BPJS Kesehatan yang ada di Kabupaten Oku Timur,” kata Aldika
Bagi peserta mandiri, diimbau untuk melakukan pembayaran iuran secara rutin setiap bulannya sehingga tidak terkendala saat akan menggunakan di fasilitas kesehatan. BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan lebih dari 960 ribu kanal pembayaran untuk mempermudah peserta JKN dalam melakukan pembayaran iuran. Termudah, peserta dapat mendaftar layanan autodebet.
Iuran akan dipotong secara otomatis setiap bulan dari rekening peserta. Aldika pun berharap, layanan JKN akan semakin masuk ke semua lapisan masyarakat dari beragam usia. Menurutnya, hal ini akan sangat membantu khususnya peserta yang sudah lanjut usia.
“Harapan saya semoga kedepan akan semakin banyak sosialisasi ke lapisan masyarakat terutama peserta dengan usia lanjut dan di desa-desa. Sehingga pemahaman semakin baik akan Program JKN,” tutup Aldika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto panen raya udang di tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.