SAETA Magelang Tingkatkan Inovasi Ecotik dan Tata Kelola UMKM
Kelompok Industri Fashion SAETA Magelang mengikuti pelatihan pengembangan produk Ecotik (Ecoprint Batik) dan manajemen keuangan
Harian Jogja/JUMALISuasana bedah buku berjudul Aneka Inspirasi Memulai Bisnis Sampingan Bagi Karyawan di GOR Badminton Tegalsari, RT 11 Dukuh Jomblangan, Banguntapan, Bantul, Senin (6/5/2024) pagi.
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar kegiatan bedah buku di Gor Badminton Tegalsari, RT 11 Dusun Jomblangan, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Senin (6/5/2024) pagi.
Kali ini buku yang dibedah berjudul Aneka Inspirasi Memulai Bisnis Sampingan bagi Karyawan karya dari Desy Wijaya.
Buku setebal 126 halaman tersebut membahas mengenai kiat memulai bisnis sampingan yang bisa dilakukan di luar jam kantor dengan modal kecil. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh warga sekitar, tapi juga anggota DPRD DIY, Purwanto.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Purwanto mengatakan kegiatan bedah buku ini diharapkan memacu semangat masyarakat untuk meningkatkan literasi dan budaya membaca. Selain itu, keberadaan buku ini diharapkan bisa memicu para peserta yang sebagian besar adalah ibu-ibu untuk mengembangkan pola pikir kreatif.
"Bisa membuat ibu-ibu di sini lebih bersemangat dan kreatif untuk membantu suami dalam mencari tambahan penghasilan. Selain itu, dengan adanya modal tambahan pengetahuan, juga bisa mengangkat perekonomian keluarga, karena di buku ini dijelaskan terkait bagaimana kiat memulai bisnis sampingan," katanya, Senin.
Menurut Purwanto, sudah saatnya karyawan dan masyarakat memiliki pengetahuan terkait dengan bisnis. Meskipun skala dari bisnis yang bisa dikembangkan masih kecil. Warga bisa memanfaatkan waktu luang untuk mencoba berbisnis dan mencari tambahan penghasilan.
"Sekarang sudah era teknologi, jika sudah ada pangsa pasar, maka barang yang dijual akan laku, tidak perlu ke manamana. Inilah harapan kami dari DPRD DIY ingin menyejahterakan masyarakat dengan modal apa? Kita harus punya sampingan dengan memanfaatkan waktu luang yang ada," jelas Purwanto.
Sementara itu, penulis buku, Desy Wijaya mengungkapkan ada sembilan bab yang dibahas dalam buku terbitan ACI Edukasi itu. Tidak hanya membuka mata para peserta bedah buku mengenai kecerdasan finansial, buku ini juga membahas berbagai peluang yang bisa dioptimalkan untuk bisnis sampingan.
"Bisa di bidang jasa, makanan dan minuman, investasi, budi daya, produsen, persewaan, sampai toko," terang Desy.
Menurut Desy, bisnis sampingan sangat bergantung kepada nyali setiap individu. Dibutuhkan nyali yang kuat dan berani menghadapi tantangan untuk memaksimalkan potensi diri. Sebab, saat ini sudah banyak usaha mikro, kecil dan menengah yang tidak butuh modal banyak. "Selain itu, saat ini juga sudah banyak bantuan atau pinjaman modal yang bisa diakses, baik lewat pemerintah maupun bank," ungkapnya.
BACA JUGA: BEDAH BUKU DPAD DIY: Bekali Orang Tua Cara Mendidik Anak pada Era Digital
Desy juga mengungkapkan beberapa contoh bisnis sampingan yang minim risiko dan mudah untuk dioptimalkan guna meraih pendapatan. Bahkan, dirinya juga mencontohkan beberapa bisnis sampingan yang dalam perkembangannya berkembang menjadi sumber pendapatan utama.
"Untuk itu, kenapa kami kenalkan dulu mengenai kecerdasan finansial. Sebab, kecerdasan finansial akan menjadi fondasi bagi kita memulai usaha, baik itu bisnis utama maupun sampingan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelompok Industri Fashion SAETA Magelang mengikuti pelatihan pengembangan produk Ecotik (Ecoprint Batik) dan manajemen keuangan
Dokter mengingatkan obesitas pada perempuan merupakan penyakit kronis yang meningkatkan risiko gangguan reproduksi, kehamilan, dan penyakit jantung.
Bandara Soekarno-Hatta siap melayani operasional perdana Airbus A380 Emirates pada 8 Agustus 2026 untuk mendukung laga Chelsea vs AC Milan.
BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi setelah dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang masih diselidiki.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati mendukung Sekolah Rakyat Kulonprogo, namun meminta pemerintah mematangkan perencanaan dan evaluasi pelaksanaannya.
Dino Patti Djalal meminta perubahan iklim menjadi prioritas utama dunia dan mendorong Indonesia mempercepat target 100 GW energi surya.