Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kemenag Sleman menghimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan haji dengan dalih bisa memberangkatkan ibadah secara lebih cepat. Hingga kini belum ada laporan berkaitan dengan penipuan berkedok penyelenggaraan Ibadah Haji.
Kepala Kemenag Sleman, Sidik Pramono mengatakan, daftar antrean haji yang mencapai puluhan tahun dijadikan celah oleh Sebagian oknum untuk melakukan penipuan. Ia tidak menampik di tingkat nasional ada penipuan berkaitan dengan penyelenggaraan haji.
BACA JUGA: Berikut Jadwal Lengkap Keberangkatan Jemaah Haji DIY, Kloter 47 Berangkat 24 Mei
Modus yang ditawarkan ke korban dengan mengiming-imingi melaksanakan haji secara langsung dalam waktu yang sama dengan pendaftaran atau pemberangkatan hanya setahun berselang. Meski demikian, ia memastikan untuk di Kabupaten Sleman belum ada laporan terkait dengan penipuan.
“Tetap waspada dan berhati-hati akan modus penipuan ini,” kata Sidik, Selasa (7/5/2024).
Dia menjelaskan, modus penipuan marak dikarenakan antrean daftar tunggu keberangkatan yang mecapai puluhan tahun. Sidik mencontohkan di Kabupaten Sleman antusias warga mendaftar sangat tinggi hingga daftar tunggu mencapai 33 tahun.
“Selain haji reguler, untuk penyelenggaraan haji yang menggunakan biro perjalanan ditangani langsung oleh Pusat dan di daerah tidak dilibatkan,” katanya.
Meski demikian, Sidik mengakui, tetap terbuka untuk berkonsultasi pada saat warga ada yang ingin menunaikan haji melalui program khusus. Ia juga memberikan tips agar terhindar dari penipuan berkedok layanan haji khusus.
Langkah pertama bisa dilakukan dengan cara berhati-hati pada saat menerima indormasi atau tawaran untuk naik haji dengan jangka waktu yang cepat. Untuk keabsahan biro perjalanan yang menaungi bisa dilakukan pengecekan dengan konsultasi dengan seksi penyelenggaraan haji dan umrah di Kemenag Sleman.
“Pasti kami bantu karena ada layanan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah [KBIHU] dan nanti akan dicek tentang latar belakang biro perjalanan yang diinginkan,” katanya.
Adapun langkah selanjutnya, Masyarakat juga diminta untuk tidak segera membayar biaya perjalanan. Terlebih lagi, ongkos yang dikeluarkan berkali-kali liat dengan biaya untuk haji reguler.
“Kalau ada indikasi penipuan segera laporkan. Tujuannya, agar tidak ada korban dari modus penipuan ini,” katanya.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenang Sleman, Noor Imanah mengatakan, seluruh Jemaah yang berangkat di tahun ini sudah membayar biaya perjalanan haji. Total ada 1.133 calon haji asal Sleman yang siap diberangkatkan mulai 24 Mei mendatang.
“Jemaah asal Sleman terbagi dalam enam kloter. Untuk persiapan sudah semua dilakukan dan tinggal menunggu pemberangkatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.