Uji Coba Kelok 23 Gunungkidul-Bantul Berakhir, Ini Penentu Dibuka untuk Umum
Kelok 23 ramai dijajal pengendara pada hari terakhir uji coba. Evaluasi dilakukan 21 September untuk menentukan kelayakan dibuka untuk umum.
Jemaah haji - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 1.061 calon jemaah haji Bantul dipastikan berangkat pada musim haji tahun ini dalam tiga kloter, yakni kloter tujuh, delapan, dan sembilan. Hal ini disampaikan Pelaksana Kementerian Haji Bantul, Tujilah, yang menyebut seluruh tahapan administrasi dan persiapan teknis telah memasuki tahap akhir (13/2/2026).
Pemberangkatan calon jemaah haji Bantul dijadwalkan bertahap mulai akhir April hingga awal Mei 2026 dengan rincian waktu keberangkatan yang sudah ditetapkan. Kloter tujuh akan diberangkatkan pada 29 April pukul 14.55 WIB, kloter delapan pada 1 Mei pukul 06.00 WIB, dan kloter sembilan menyusul pada 2 Mei pukul 10.40 WIB.
“Prosesnya sudah mem-visakan, membagi kloternya sudah fiks, tinggal nunggu keberangkatan,” katanya, Jumat (13/2/2026).
Sebelum menuju embarkasi, seluruh calon jemaah haji Bantul akan dikumpulkan di kompleks Pemkab Bantul untuk mengikuti prosesi pelepasan resmi. Setelah itu, rombongan diberangkatkan menuju embarkasi di YIA (Yogyakarta International Airport) yang dipusatkan di Hotel Ibis.
“Di sana ada sambutan, pemeriksaan kesehatan, terus nanti pemberian passport, gelang, dan lainnya,” kata Tujilah.
Ia memastikan seluruh proses administrasi, termasuk pelunasan biaya perjalanan ibadah haji dan pemeriksaan kesehatan, telah rampung. Menurutnya, hanya jemaah yang memenuhi syarat istithaah atau kemampuan fisik dan kesehatan yang diizinkan melanjutkan tahapan keberangkatan.
“Bagi jemaah haji yang tidak dapat memenuhi istithaah, tidak bisa melakukan pelunasan dan tidak bisa berangkat,” ujarnya.
Tujilah mengungkapkan mayoritas calon jemaah haji Bantul yang berangkat tahun ini merupakan pendaftar lama. Sebagian besar bahkan telah menunggu antrean sejak 2012.
Dari sisi usia, jemaah tertua tahun ini adalah Mardijiyono Kartosentono berusia 102 tahun asal Karanganom, Sitimulyo, Piyungan. Sementara itu, jemaah termuda adalah Vania Ulaya berusia 14 tahun asal Poncosari, Srandakan.
Menurut Tujilah, Vania dapat berangkat karena memperoleh pelimpahan porsi haji dari ayahnya yang telah meninggal dunia. Ia juga menjelaskan ketentuan usia minimal jemaah haji mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kalau di tahun ini sekarang sudah bisa usia minimal 13 tahun berangkat haji, kalau 2025 minimal sudah berusia 17 dan sudah menikah atau 18 tahun,” tambahnya.
Keberangkatan 1.061 calon jemaah haji Bantul tersebut menandai dimulainya fase akhir persiapan musim haji 2026 di tingkat kabupaten, dengan penguatan aspek administrasi, kesehatan, serta koordinasi teknis pemberangkatan menuju embarkasi YIA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 ramai dijajal pengendara pada hari terakhir uji coba. Evaluasi dilakukan 21 September untuk menentukan kelayakan dibuka untuk umum.
Aleix Espargaro comeback di MotoGP Mandalika 2026 menggantikan Joan Mir. Honda menargetkan adaptasi RC213V sekaligus pengembangan motor.
KPK akan memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pekan ini terkait perkara dugaan korupsi pengurusan HGB Summarecon di Bogor.
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Nomor tak dikenal terus menelepon? Cek melalui Aduan Nomor Komdigi, identifikasi spam, blokir, dan hindari memberikan data pribadi.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.