11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem, Diduga Titipan Mahasiswi
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Sapi, hewan kurban - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul akan melakukan pengecekan hewan ternak sebelum Hari Raya Iduladha. Pengecekan tersebut menjadi upaya pencegahan penyakit menular zoonosis.
Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan pihaknya akan mengawasi dan mengecek Kesehatan ternak di pasar-pasar hewan termasuk ternak milik warga. "Kalau di pasarnya kami juga akan mengecek kebuntingan ternak. Kemudian terkait dengan ternak warga sakit ya jangan dibawa ke pasar hewan," kata Wibawanti, Jumat (10/5/2024).
Wibawanti menambahkan DPKH juga bekerja sama dengan Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) atau Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan juga akan mengintensifkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) utamanya di wilayah yang pernah muncul kasus antraks seperti di Kalurahan Candirejo dan Serut.
Tidak hanya itu, DPKH telah membentuk kader kesehatan hewan di puskeswan dengan melibatkan peternak. Melalui program Gerdu Kita atau Gerakan Peduli Penyakit antraks dan lainnya, DPKH masih menempatkan KIE sebagai tindakan utama yang perlu diambil. "Takmir masjid juga kami latih agar melakukan penyembelihan dengan benar sesuai kesehatan dan syariat. Mereka kami sarankan perlu mencari sapi yang sehat," katanya.
BACA JUGA: Menjelang Iduladha, Stok Hewan Kurban di DIY Mencukupi
Monitoring juga dilakukan sebelum dan sesudah pemotongan hewan. Lebih jauh, dia mengaku akan melibatkan mahasiswa KOAS satu atau dua hari sebelum penyembelihan. Apabila hewan kurban kedapatan sakit, maka DPKH akan menyarankan untuk mengganti dengan hewan lain yang sehat. Apabila ternak akan dijual di luar daerah, Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) menjadi salah satu syaratnya.
"Ternak yang divaksin boleh dipotong dan dijual tapi perlu jeda satu - dua bulan. Vaksin kami lakukan enam bulan sekali selama 10 tahun untuk ternak di titik yang pernah terjadi kasus antraks," ucapnya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul, Ris Heryani mengatakan pihaknya tidak secara khusus memantau kualitas daging menjelang Iduladha. “Setiap hari kami sudah memantau harga daging sekaligus melihat kondisi pasar,” kata Ris.
Dia menyarankan agar pembeli meneliti daging dengan cermat. Pembeli dapat memilih daging yang cerah, tidak lembek atau kenyal, dan memiliki aroma khas daging.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.