Advertisement

Pilkada Bantul, Pencalonan Masih Cair, Ini Sederet Nama yang Mencuat

Jumali
Minggu, 19 Mei 2024 - 20:57 WIB
Arief Junianto
Pilkada Bantul, Pencalonan Masih Cair, Ini Sederet Nama yang Mencuat

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Komunikasi politik terus dilakukan oleh sejumlah partai politik di Bantul jelang Pilkada 2024.

Hanya saja, sampai saat ini belum ada pengerucutan ke salah satu bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati. Dengan begitu, komunikasi politik yang terbentuk pun masih cair dan sangat mungkin berubah.

Advertisement

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Bantul Paidi mengatakan, meski terus menjalin komunikasi politik dengan berbagai partai, tetapi sampai saat ini belum ada kesepakatan untuk membentuk koalisi.

Di sisi lain, survei terhadap 8 kandidat balon bupati dan wakil bupati yang telah mendaftar di partai berlogo pohon beringin itu pun mulai berjalan. Sehingga belum ada penentuan balon tanpa mekanisme penjaringan dan survei.

"Kami masih menunggu hasil survei. Sejauh ini, kami memang belum mendapatkan hasil survei. Padahal nanti kan harus dilaporkan ke DPP, dan akan ada survei lanjutan dari DPP nantinya," ungkap Paidi, Minggu (19/5/2024).

Paidi mengungkapkan, ke delapan kandidat balon yang tengah disurvei tersebut adalah untuk posisi bupati ada Untoro Hariadi (Dosen Universitas Janabadra), Abdul Halim Muslih (Bupati Bantul), dan Agus Santoso (pengusaha). Sedangkan lima balon yang mendaftar untuk wakil bupati yakni Amin Purnama (advokat), Bejo WTP (Lurah Canden, Jetis), Ali Rasyid (pengusaha) Mujiyat (Pj Bupati di Kalimantan Selatan) dan Ahmad Badawi (tokoh masyarakat).

Terpisah, Sekretaris DPD PDIP DIY Totok Hedi Santosa mengaku sampai saat ini DPD belum menerima laporan dari semua DPC di wilayahnya.

Oleh karena itu, sampai kini DPD PDIP DIY masih menunggu pihak DPC di wilayahnya menyerahkan laporan terkait pendaftaran balon bupati dan wakil bupati.

"Kami sendiri berharap tanggal 20 ini sudah dilaporkan. Nanti laporan akan diperdalam oleh DPD dan dilaporkan ke DPP. Semisal, di bantul ada berapa yang daftar. Tentu nanti kami laporkan ke DPP untuk pertimbangannnya," terang Totok.

Begitu juga disinggung mengenai koalisi partai, Totok mengaku tidak ada ketentuan harus sesuai dengan koalisi partai saat Pilpres 2024. Setiap DPC memiliki kebebasan untuk melakukan koalisi dengan memperhatikan dan mempertimbangkan situasi lokal.

"Kita kan baca lokalitas ini kan, ada warna yang ngak bisa general seperti di pilpres. Kita lihat di tingkat DPC saling membutuhkan. Untuk itu, dengan siapapun monggo," jelas Totok.

Sementara Ketua PKS Bantul Agung Laksmono mengungkapkan, komunikasi antarparpol terus dilakukan. Hanya saja, sampai saat ini belum ada kesepakatan untuk pembentukan koalisi, termasuk kandidat balon yang akan diusung.

Sejauh ini, di kalangan internal, PKS tetap mengandalkan Amir Syarifudin, Arif Rahman Hakim, dan Agung Laksmono sebagai kandidat balon bupati maupyn wakil bupati yang maju.

"Untuk komunikasi tentu masih kami jalankan. Apalagi kami tidak mungkin mengusung calon sendiri, karena kami hanya punya 6 kursi, sedangkan ambang minimalny adalah sembilan," terang dia.

Ketua Partai Gerindra Bantul, Datin Wisnu Pranyoto mengaku komunikasi dengan partai lain terus berjalan, tapi belum ada kesepakatan koalisi. Kendati demikian, Gerindra tidak membuka penjaringan eksternal secara terbuka.

Meski demikian, saat ini dua nama yakni Aryo Winoto, keponakan Presiden Soeharto dan Aris Suharyanto yang kini menjabat kepala DPUPKP Bantul tengah digodok di internal partai.

"Baru dua itu. Soal komunikasi ke partai politik lainnya, kami masih jalan terus," ucap Datin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Gempur Rokok Ilegal

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Ibadah Haji 2024, 234 Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia

News
| Selasa, 25 Juni 2024, 20:42 WIB

Advertisement

alt

Inilah Rute Penerbangan Terpendek di Dunia, Naik Pesawat Hanya Kurang dari 2 Menit

Wisata
| Sabtu, 22 Juni 2024, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement