Advertisement

Sanden Fair 2025 Angkat UMKM dan Budaya Sebagai Gerbang Selatan DIY

Yosef Leon
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Sanden Fair 2025 Angkat UMKM dan Budaya Sebagai Gerbang Selatan DIY Sejumlah potensi UMKM yang ditampilkan dalam agenda Sanden Fair di halaman kantor Kapanewon Sanden pada Kamis (28/8 - 2025) malam (email)

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL – Sanden Fair 2025 resmi dibuka di halaman Kapanewon Sanden Bantul pada Kamis (28/8/2025) hingga 30 Agustus. Tahun ini, pameran tersebut mengusung tema “Inovasi Kemandirian UMKM dan Budaya Sanden Sebagai Daya Ungkit Potensi Gerbang Selatan DIY.”

Dalam Sanden Fair 2025, sebanyak 25 stand berjajar di halaman Kapanewon Sanden. Stand tersebut terdiri dari UMKM, dunia pendidikan, puskesmas, hingga Ikatan Arsitek. Berbagai produk dipamerkan, mulai dari hasil bumi, kerajinan kulit, karya siswa, hingga robotik dan aero modeling.

Advertisement

Acara pembukaan diisi dengan penampilan fashion show busana dari bahan daur ulang, seperti kemasan deterjen, plastik bekas, dan koran. Kreasi tersebut menjadi contoh nyata penerapan seni dan kreativitas dalam pengolahan sampah.

BACA JUGA: Gapura Selamat Datang di Jalan Bantul Dirobohkan, Pelebaran Jalan Mulai Dikebut

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta mengatakan, Sanden Fair bukan sekadar ajang hiburan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana menghidupkan potensi lokal sekaligus menjaga kebudayaan. “Kita harus menjaga konsisten, nguri-uri kebudayaan tradisional sehingga predikat istimewa akan kita sandang sampai akhir nanti,” ujar Aris.

Aris menambahkan, keberadaan stand UMKM bukan sekadar simbol, melainkan ruang perputaran ekonomi masyarakat. Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Bantul sehingga Pemkab berkomitmen memberikan dukungan penuh.

Sementara, Panewu Sanden, Deni Ngajis Hartono menyampaikan, Sanden Fair merupakan puncak rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia yang sebelumnya diawali dengan upacara dan karnaval. Tahun ini, kata Deni, penyelenggaraan lebih berkembang dengan sokongan Dana Keistimewaan serta dukungan masyarakat.

Menurut Deni, tema yang diangkat selaras dengan arahan Gubernur DIY yang menempatkan Sanden sebagai kawasan gerbang selatan. Hal ini menjadi tantangan agar UMKM dan budaya bisa menjadi pintu masuk dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini betul-betul kami mengharapkan UMKM dan budaya dapat menjadi pintu gerbang untuk meningkatkan pendapatan warga Sanden,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

PMI Kirim Logistik ke Lokasi KLB Campak Sumenep

PMI Kirim Logistik ke Lokasi KLB Campak Sumenep

News
| Sabtu, 30 Agustus 2025, 12:57 WIB

Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul

Wisata
| Rabu, 20 Agustus 2025, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement