Suahasil Gantikan Purbaya, Ekonom UAJY Soroti Fiskal Daerah
Ekonom UAJY Y. Sri Susilo menilai Suahasil Nazara punya PR berat, terutama pengelolaan fiskal daerah setelah menggantikan Purbaya.
Suasana bakti sosial (baksos) operasi bibir sumbing di RSUD Sleman dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) 2024 di RSUD Sleman pada Sabtu (18/5/2024). /Istimewa - Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar bakti sosial (baksos) operasi bibir sumbing di RSUD Sleman. Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) 2024
Ketua IDI Sleman, Rino Rusdiono menerangkan peringatan HBDI tahun 2024 berpusat di DIY. Tahun ini peringatan HBDI diisi dengan berbagai kegiatan bakti sosial seperti operasi katarak, operasi bibir sumbing, donor darah, peresmian sumur bor hingga paparan kegiatan unggulan daerah binaan stunting IDI DIY.
"Semoga bermanfaat bagi masyarakat juga bagi kami para dokter untuk selalu bekerja dengan profesional mengabdi kepada bangsa dan masyarakat," kata Rino pada Sabtu (18/5/2024).
Secara rinci dalam acara baksos operasi bibir sumbing, terdapat sembilan orang pasien yang dioperasi. Mereka berasal dari wilayah Sleman, Kulonprogo, Klaten, Boyolali, Kebumen, Pacitan hingga Madiun.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menilai agenda ini mampu menjadi momen untuk saling berbagi dan berempati khususnya bagi pasien bibir sumbing. Apalagi mengingat operasi bibir sumbing adalah tindakan medis yang memerlukan biaya tidak sedikit. Ia mendorong agar kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan.
"Kegiatan semacam ini harus terus dilakukan dan dapat menjangkau lebih banyak lagi masyarakat penderita bibir sumbing. Sehingga kedepan, Kabupaten Sleman dapat terbebas dari bibir sumbing," kata Bupati.
Pada momen ini Kustini juga menyinggung soal kesehatan anak. Dia mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan perhatian terkait pola asuh dan pemberian makanan balita serta anak. Sebab, hal ini dinilai Kustini dapat berkaitan dengan peningkatan kasus stunting atau tengkes.
Berdasarkan data dari hasil Audit Kasus Stunting (AKS) Tahun 2023 di Kabupaten Sleman, hanya lima persen dari kasus stunting yang berasal dari keluarga tidak mampu. Angka tersebut mengindikasikan tidak adanya masalah terkait akses pangan dalam keluarga dengan anak yang stunting.
"Tentunya hal ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua. Stunting ini bukan ranah kesehatan saja namun juga kesadaran seluruh masyarakat. Maka dari itu Saya mengajak seluruh hadirin untuk ambil peran dalam pencegahan stunting sejak dini," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonom UAJY Y. Sri Susilo menilai Suahasil Nazara punya PR berat, terutama pengelolaan fiskal daerah setelah menggantikan Purbaya.
Mengenal 5 miliarder termuda dunia 2026. Usianya 21-22 tahun dengan kekayaan miliaran dolar dari WEG, Boehringer Ingelheim, Nexon hingga Delfin.
PSIM Jogja memperbaiki saluran air kamar mandi tribun terbuka Stadion Sultan Agung dari gate 1 hingga 14 demi meningkatkan kenyamanan suporter.
Epson menghadirkan Lifestudio Grand Plus EH-LS970B, proyektor ultra-short-throw terbaru dengan desain all-in-one yang dilengkapi sistem audio Sound by Bose
Gedung Putih meluncurkan Trump TV 24 jam melalui YouTube di tengah sengketa dengan CNN, MS NOW dan Politico yang menggugat larangan peliputan.
BMKG prediksi suhu panas hingga Oktober 2026. Pemilik kendaraan wajib periksa 6 komponen mobil sebelum perjalanan jauh agar tetap aman dan prima