Dugaan Pungli Lapas Disorot, KPK Tunggu Data Ombudsman
KPK menyebut Ombudsman dapat melaporkan dugaan pungli di lapas dan rutan jika data lengkap, termasuk temuan di Cibinong dan Pondok Bambu.
Wisatawan berfoto dengan latar Air Terjun Kedung Kandang yang bertingkat-tingkat./Instagram @tri_priyanto_
Harianjogja.com, JOGJA—Dunia merayakan keindahan alam air terjun lewat Hari Air Terjun Internasional yang jatuh setiap tanggal 16 Juni. Menyadur dari situs National Today, tokoh yang menetapkan perayaan Hari Air Terjun Internasional tidaklah diketahui pasti.
Namun begitu, sejarah awal mula perayaan Hari Air Terjun Internasional bisa dikatakan berawal dari kebangkitan era Romantisme yang meningkatkan kesadaran dan kekaguman masyarakat Eropa terhadap alam, termasuk keberadaan air terjun.
Minat tersebut kian bertambah ketika masyarakat Eropa memasuki masa Revolusi Industri yang semakin bergantung pada pembangkit listrik tenaga air. Namun begitu dalam perjalanannya, penjelajah Eropa sering mengabaikan nama air terjun yang telah lebih dulu diberikan oleh penduduk asli demi nama yang lebih ‘Eropa’.
Misalnya saja, dokter dan penjelajah Skotlandia David Livingstone menamai Air Terjun Victoria dengan nama Ratu Victoria, padahal air terjun tersebut sudah dikenal sebagai Mosi-oa-Tunya oleh penduduk asli daerah tersebut.
Berangkat dari permasalahan tersebut, dunia lantas merayakan Hari Air Terjun Internasional guna mengingatkan masyarakat pentingnya air terjun sekaligus sejarah dan konteks lokal yang melekat pada air terjun tersebut.
Adapun dalam konteks masyarakat Eropa secara khusus, meskipun merupakan bagian penting dari kehidupan dan sejarah peradaban mereka, air terjun belum banyak diteliti. Tidak ada nama khusus untuk bidang penelitian air terjun, namun yang populer menggambarkan studi air terjun sebagai 'waterfallology'.
Hingga akhirnya, penjelajah Eropa mulai terbiasa mendokumentasikan air terjun yang mereka temui. Kemudian pada tahun 1493, Christopher Columbus menulis tentang Air Terjun Carbet di Guadeloupe, yang mungkin merupakan air terjun pertama yang pernah dilihat orang Eropa di Amerika.
Meski begitu, ahli Geografi Brian J. Hudson berpendapat bahwa air terjun tidak diberi nama secara spesifik hingga abad ke-18. Setelah abad tersebut, masyarakat Eropa memiliki kesadaran untuk merayakan keindahan air terjun, sekaligus merayakan eksistensinya bagi masyarakat atau komunitas lokal yang tinggal di sekitarnya.
Eksplorasi air terjun terus berlanjut hingga saat ini. Banyak masyarakat, termasuk di Indonesia berbondong-bondong mengunjungi air terjun karena merupakan lokasi wisata yang bagus.
Beberapa fakta menarik mengenai air terjun di dunia sebagaimana dilansir dari laman National Today:
1. Angel Falls di Venezuela merupakan air terjun terpanjang di dunia dengan ketinggian 3.212 kaki, sehingga air berubah menjadi kabut sebelum mencapai dasar air terjun.
2. Deru Air Terjun Victoria yang terkenal di Zimbabwe begitu keras hingga terdengar dari jarak 40 mil.
3. Air di Air Terjun Niagara sangat bersih bahkan bisa digunakan sebagai air minum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyebut Ombudsman dapat melaporkan dugaan pungli di lapas dan rutan jika data lengkap, termasuk temuan di Cibinong dan Pondok Bambu.
Peneliti OpenAI dan Google DeepMind memperingatkan risiko AI yang mampu mengembangkan diri sendiri dan berpotensi sulit dikendalikan manusia.
Daftar 9 beasiswa luar negeri tanpa batas usia untuk S1 hingga S3, lengkap dengan syarat, cakupan, dan jadwal pendaftarannya.
Fernando Alonso memastikan bertahan di Aston Martin. Simak alasan pembalap 45 tahun itu tetap melanjutkan karier di Formula 1.
Tri Wahyuni tampil di Asian Games 2026 pada 1 Oktober. Simak jadwal kualifikasi senam ritmik dan peluangnya menuju final.
Media Bangladesh menyoroti Timnas Indonesia jelang laga penentu Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Kamis (1/10/2026)