Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Backhoe mengevakuasi sampah dari Depo Mandala Krida, oleh DPD Gerindra DIY, Minggu (23/6/2024)./ist Gerindra
Harianjogja.com, JOGJA—DPD Gerindra DIY merespons permasalahan sampah yang terjadi di Kota Jogja. Bekerja sama dengan TPS3R Panggungharjo, mereka mengangkut sampah yang meluber di depo Mandala Krida.
Wakil Sekretaris DPD Gerindra DIY, Guntur Yudhianto, menjelaskan dalam kegiatan ini dikerahkan sebanyak lima truk dan satu backhoe untuk mengevakuasi sampah di depo Mandala Krida. “Diangkut ke TPST Panggungharjo, Sewon,” ujarnya, Senin (24/6/2024).
Sampah depo Mandala Krida diketahui sudah meluber hingga ke pinggir jalan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat sekitar termasuk pada pedagang yang beraktivitas di sekitar depo tersebut.
Gerindra ingin berkontribusi dalam penanganan sampah di Kota Jogja. Ketua DPC Gerindra Kota Jogja, Sinarbiyat Nujanat, mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi dari keprihatinan Partai Gerindra mengenai persoalan sampah.
BACA JUGA: Server Pusat Data Nasional Down Empat Hari, Pengguna Diminta Backup Data
“Bahwa melihat dan mencermati perkembangan persoalan sampah yang ada di Kota Jogja relatif belum ada solusi signifikan. Masih terus terjadi tumpukan sampah bahkan sampai mengganggu lingkungan, badan jalan dan warga sekitar yang mana sampai berhari-hari tanpa ada gerakan cepat untuk melakukan langkah konkret,” katanya.
Depo Mandala Krida dipilih karena selain menjadi sorotan beberapa waktu terakhir akibat tumpukan sampah juga dekat dengan kantor DPD Gerindra DIY. “Sehingga kami punya kewajiban menjaga lingkungan masyarakat sekitar, agar merasa nyaman tidak tercemar bau dan kotoran yang akhirnya bisa berdampak pada stabilitas kesehatan lingkungan,” ungkapnya.
Ia mengatakan kegiatan ini bisa menjadi pemantik Pemkot Jogja untuk segera bergerak membuat langkah konkret dalam penanganan sampah. “Harapannya bisa memantik, menggugah Pemkot Jogja untuk segera melakukan langkah konkret, jangan menunda, karena produksi sampah juga tidak bisa ditunda,” katanya.
Pemkot Jogja juga diminta untuk bisa menampung dan mengolah sampah sesuai dengan produksi sampah harian di Kota Jogja, agar tidak menimbulkan masalah baru. “Harus tertampung untuk diolah, tidak hanya dibuang tetapi diolah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat