Pelatihan Gratis Kemnaker 2026 Dibuka Ini Syarat dan Jadwalnya
Kemnaker buka pelatihan vokasi gratis 2026 tahap 2. Simak cara daftar, jadwal, dan fasilitas lengkap di SIAPkerja dan Skillhub.
Spanduk penolakan pembangunan TPS sementara di Puncak Bucu, Puncak Bucu, Kaligatuk, Srimulyo/ Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Rencana Pemkab Bantul mendirikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara di Puncak Bucu, Kaligatuk, Srimulyo ditolak warga sekitar.
Mereka memasang sejumlah spanduk berisi penolakan dan ditempatkan di sekitar lokasi rencana pembangunan. Adapun tulisan spanduk yang dipasang tersebut di antaranya, "Pembuangan sampah di Bucu cederai lingkungan kami," "Sawah jadi sampah air pun jadi limbah," "Tolak pembuangan di Bucu,"
Dikonfirmasi terkait penolakan pendirian TPS sementara, Lurah Srimulyo Wajiran mengatakan, sejatinya lokasi untuk pembangunan TPS Sementara belum ada. Meskipun diakuinya, ada penolakan dari warga terkait dengan pembangunan TPS sementara di Puncak Bucu.
"Jadi finalnya belum. Masih akan didiskusikan nanti antara kami dengan DLH Bantul," kata Wajiran, Senin (1/7/2024).
Menurut Wajiran, untuk menyelesaikan persoalan adanya penolakan dari warga sekitar Puncak Bucu, Pemkal Srimulyo dan DLH akan menggelar pertemuan dengan warga pada Selasa (2/7/2024). Diharapkan dengan adanya pertemuan tersebut maka didapatkan pemahaman warga terkait urgenitas pendirian TPS sementara di tempat tersebut.

"Jadi besok kami undang mereka. Nanti akan kami lakukan komunikasi terkait dengan persoalan tersebut. Jadi sosialisasi ini semakin banyak yang dilibatkan semakin bagus, karena ini berkaitan dengan sampah," imbuh Wajiran.
BACA JUGA: TPS Sementara Gadingsari Hampir Penuh, DLH Bantul Menyiapkan TPS Sementara di Srimulyo
Wajiran mengungkapkan, selain di Puncak Bucu, sejatinya Pemkal Srimulyo telah menyiapkan sejumlah lokasi alternatif, di antaranya Prayan, dan puncak Bukit Tumpang. Hanya saja, untuk yang di Prayan, sudah dipastikan TPS sementara tidak bisa dibangun karena terlau berdekatan dengan pemukiman warga.
"Jadi tinggal mana yang akan dipilih. Mana yang risikonya paling kecil," papat Wajiran.
Menurut Wajiran, terkait dengan pembangunan TPS sementara di Srimulyo, dipastikan akan banyak penolakan dari masyarakat. Oleh karena itu, Pemkal Srimulyo dan DLH harus memasifkan sosialisasi ke masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat paham dan nantinya menerima pendirian TPS sementara di wilayahnya.
"Jadi tidak bisa sekali. Agar masyarakat paham. Kan, mereka yang demo mereka selama ini trauma, karena hidup mereka dijejali sampah. Tidak ada kompensasi, dan itu manusiawi. Maka harus ada komunikasi dan solusi. Untuk itu TPS harus ditempatkan di lokasi yang paling kecil dampaknya," ucap Wajiran.
Sementara Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi dalam surat bernomor B/600.4.15/01561/bid2/2024 tentang surat pemberitahuan tertanggal 24 Juni 2024, sehubungan dengan telah ditetapkan SK Bupati No.232/2024 tentang Status Darurat Pengelolaan Sampah.
"Dengan ini kami beritahukan bahwa mulai 25 Juni 2024 pembuatan dan operasional TPS sementara di Puncak Bucu, Dusun Kaligatuk, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan dan akan segera dilaksanakan," tulis surat tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemnaker buka pelatihan vokasi gratis 2026 tahap 2. Simak cara daftar, jadwal, dan fasilitas lengkap di SIAPkerja dan Skillhub.
Polres Bantul meningkatkan pengamanan jelang Iduladha 2026 untuk mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan serta mengaktifkan siskamling.
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess
Ferrari Luce resmi meluncur sebagai mobil listrik pertama Ferrari dengan harga Rp10 miliar dan menjadi simbol transisi EV supercar.
Marc Marquez hadapi cedera serius hingga pertimbangkan pensiun dini. Kontrak baru dengan Ducati memuat klausul bebas penalti jika kondisi fisik tak membaik.
West Ham resmi terdegradasi ke Championship dengan 39 poin. Simak analisis kegagalan The Hammers musim 2025/2026, mulai dari transfer hingga krisis lini belakan