Advertisement

Wow! Juli-Agustus 2024, Bantul Panen hingga 20.000 Ton Bawang Merah

Jumali
Rabu, 10 Juli 2024 - 19:57 WIB
Arief Junianto
Wow! Juli-Agustus 2024, Bantul Panen hingga 20.000 Ton Bawang Merah Panen bawang merah di lahan pasir di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Rabu (10/7/2024) siang. - Harian Jogja/Jumali

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul menyatakan sepanjang Juli-Agustus 2024, ada 1.000 hektare lahan pertanian di wilayahnya akan panen bawang merah. Lahan pertanian yang panen bawang merah tersebut tidak hanya untuk lahan persawahan tapi juga lahan pasir.

Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo mengungkapkan 1.000 hektare lahan pertanian di wilayahnya yang akan panen bawang merah pada Juli-Agustus 2024 itu tersebar di Kapanewon Srandakan, Sanden, Kretek dan Dlingo. Setiap satu hektare lahan pertanian yang mengalami panen mampu menghasilkan 20 ton bawang merah. Itu berarti total produksi bawang merah dari 1.000 hektare lahan itu mencapai 20.000 ton.

Advertisement

"Saat ini harga jual bawang merah di tingkat petani antara Rp10.000 sampai Rp15.000 per kilogram," kata Joko seusai panen bawang merah di lahan pasir di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Rabu (10/7/2024) siang.

BACA JUGA: Harga Masih Menggiurkan, Petani Bawang Merah di Parangtritis Mulai Tanam Serentak pada Awal Juli 2024

Menurut Joko, keberhasilan panen bawang merah kali ini tidak lepas dari pelaksanaan elektrifikasi irigasi. Dengan elektrifikasi irigasi, kata Joko, para petani bisa menghemat BBM hingga 80%. Sehingga, saat harga bawang merah jatuh, para petani tidak akan banyak merasakan kerugian. "Untuk lahan pasir, sudah sekitar 80 persen menggunakan elektrifikasi irigasi," katanya.

Sementara Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo mengungkapkan saat ini para petani di wilayahnya terus berinovasi. Salah satunya adalah dengan menerapkan sistem tumpang sari bawang merah dan cabai untuk lahan pasir. Sistem ini telah diterapkan dan mampu memberikan tambahan nilai ekonomis bagi para petani lahan pasir. "Ini memang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kami mendukung inovasi dari para petani ini," ucap Joko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Hasil Uji Lab Roti Aoka: BPOM Pastikan Aman, Tidak Mengandung Natrium

News
| Rabu, 24 Juli 2024, 09:47 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement