Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Ilustrasi Hacker/Sputniknews
Harianjogja.com, SLEMAN—Keamanan siber harus menjadi isu prioritas mengingat teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu pendukung kanal pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro saat Forum SPBE dan Smart City di Hotel Alana, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Selasa (9/7/2024).
BACA JUGA: Bantul Targetkan Seluruh Persimpangan Terpasang CCTV di 2025
Dalam revolusi industri 4.0 digitalisasi akses informasi terbuka selama 24 jam setiap harinya. Kejahatan siber tentunya juga mengancam data pemerintah daerah dari resiko kejahatan siber karena memanfaatan aplikasi di berbagai gawai.
“Oleh karena itu, saya ingatkan kepada setiap perangkat daerah untuk melakukan penerapan standar keamanan di masing-masing perangkat daerah. Pastikan kelayakan keamanan siber secara efektif dan efisien,” kata Eka.
“Potensi resiko ini perlu kita waspadai dan cegah mengingat layanan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) sangat strategis karena mampu memberikan pelayanan publik yang lebih efisien, transparan dan responsif sesuai kebutuhan masyarakat atau negara," kata Eka.
Senada dengan Eka, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Noor Hidayati Zakiyah Pramulani menyampaikan bahwa melalui Forum SPBE dan Smart City ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai aspek keamanan gawai dan data pribadi.
Mengusung tema Keamanan Informasi di Dunia Siber, Forum SPBE dan Smart City menekankan kepada potensi resiko yang ditawarkan oleh berbagai kemudahan internet dalam menyimpan dan memberikan informasi.
“Dalam Forum SPBE dan Smart City ini akan diajarkan bagaimana cara melindungi perangkat gawai dari malware, mengenali tanda-tanda penipuan online, serta langkah-langkah apa saja yang dapat kita ambil untuk mengamankan data pribadi kita,” kata Ida.
Dalam kesempatan tersebut hadir sebagai narasumber dari PT Telkom WITEL Yogyakarta, Shinta Irawati mengatakan pengguna internet di Indonesia total 66,5% dari jumlah penduduk sebanyak 276,4 Juta dengan penggunaan sosial media aktif dengan total 49,9%.
“Hal ini mengundang berbagai pola kejahatan siber seperti pengambilan data identitas diri, penyalahgunaan data diri, hingga pemerasan," kata Shinta.
Sedangkan Dyan Galih, Web & Mobile Security Enthusiasth mengatakan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan data pribadi.
“Selalu gunakan two-way authentication untuk mengamankan data kita,” kata Galih.
Galih menambahkan untuk meyakinkan diri bahwa data diri aman di internet bisa menggunakan beberapa portal terpercaya di internet.
“Jika ingin mengetahui data kita bocor atau tidak bisa menggunakan portal periksadata.com dengan memasukkan email yang ingin diperiksa. Dan jika sudah terjadi kebocoran data bisa lapor ke portal patrolisiber.id atau cekrekening.id," tutup Galih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.