Advertisement
Mudahkan Pemantauan Anak Stunting, Dinkes Jogja Luncurkan Aplikasi PPGB
Ilustrasi anak/anak mengukur tinggi badan. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja meluncurkan aplikasi Pemantauan Permasalahan Gizi Balita (PPGB) di Hotel Burza, Senin (15/7). Ini merupakan aplikasi untuk menampilkan data anak-anak usia dibawah 2 tahun dan balita yang bermasalah gizi di Kota Jogja. Diharapkan, anak stunting maupun berpotensi stunting bisa dipantau melalui aplikasi ini.
Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menuturkan aplikasi ini merupakan bagian dari program Pemantauan Terpadu Permasalahan Gizi Balita (Pandu Sagita). Aplikasi ini diperuntukkan bagi tim percepatan penurunan stunting tingkat Kota Jogja tingkat kemantren dan kelurahan serta masyarakat.
Advertisement
"Aplikasi bisa dilihat melalui Jogja Smart Service (JSS)," ujar Emma, Senin (15/7/2024).
Emma menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Ditandai dengan tinggi badan yang berada di bawah standar untuk usia mereka. Menurutnya, kondisi ini punya dampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak. Akhirnya bisa mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Emma mengatakan, prevalensi stunting di Kota Jogja mencapai 10,6 persen. Ini diambil dari data pemantauan status gizi melalui capaian intervensi serentak.
"Angka ini turun dibandingkan dengan prevalensi tahun 2023 yaitu di angka 11,8 persen," imbuhnya.
Pejabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto menuturkan aplikasi PPGB ini merupakan bagian dari penurunan angka stunting di Kota Jogja. Upaya menekan angka stunting menurutnya tak hanya bisa dilakukan saat anak sudah lahir. Pencegahan bahkan bisa dilakukan sebelum ibu mengandung. Dia berharap, aplikasi PPGB ini dapat memudahkan upaya Dinkes Kota Jogja dalam melakukan penyuluhan dan sosialisasi yang memakan waktu, tenaga, dan akurasi yang tinggi.
“Harapannya, dengan upaya yang dilakukan ini kesehatan balita terkondisi dengan baik dan dapat menciptakan generasi yang sehat, pandai, dan agamis,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement









