Advertisement
Siaga Bencana Kekeringan di Gunungkidul Ditetapkan hingga 31 Agustus 2024

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menetapkan status siaga bencana kekeringan yang berlaku dari 1 Juni sampai dengan 31 Agustus 2024 karena wilayah terdampak kekeringan meluas pada musim kemarau tahun ini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Purwono di Gunungkidul, Senin, mengatakan status siaga bencana sebagai langkah sigap BPBD karena banyaknya warga yang mengajukan permohonan air bersih.
Advertisement
"BPBD Kabupaten Gunungkidul sendiri sudah menyiapkan 1.000 tangki air untuk mengantisipasi kekeringan," kata Purwono usai Apel Siaga Darurat Kekeringan Kabupaten Gunungkidul Tahun 2024 di Alun-alun Wonosari.
Ia mengatakan dari 1.000 tangki air sampai saat ini sudah terdistribusi 288 tangki ke lima kapanewon (kecamatan) meliputi dari Panggang, Saptosari, Tepus, Girisubo, dan Rongkop.
Disamping dari BPBD, kata dia, melalui Pemkab Gunungkidul dari 18 kapanewon ada 13 kapanewon yang memiliki anggaran droping air bersih.
"Dari 1.000 tangki kita perkirakan persediaan cukup sampai Oktober, karena ketika di bulan Agustus berakhir dan kondisi masih seperti ini akan kita perpanjang status siaga bencana," katanya.
Dia mengatakan ada dari berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan siaga bencana kekeringan pada tahun ini. "Ada dari TNI-Polri, Tagana, dan juga dari dinas pertanian dalam upaya menjaga ketahanan pangan," kata Purwono.
BACA JUGA:Â Waduh! 53.000 Lebih Penduduk di Gunungkidul Kekurangan Air Bersih Akibat Kemarau
Purwono mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam pemakaian air, matikan kran bila tidak perlu, selain itu selama musim kemarau saat ini juga rawan kebakaran.
"Di masa kekeringan ini juga ancaman kebakaran lahan dan pemukiman untuk berhati-hati dan hindari pembakaran pembakaran yang tidak perlu," katanya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan upaya mengantisipasi bencana melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.
"Seperti kita ketahui bahwa Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi di wilayah DIY, salah satu bencana yang berpotensi melanda wilayah Kabupaten Gunungkidul adalah kekeringan," katanya.
Menurutnya, untuk mencegah dan menekan potensi bencana tersebut, Pemkab Gunungkidul telah mempersiapkan mitigasi dengan salah satunya memanfaatkan sumber air secara efektif dan efisien serta membuat juga memperbanyak resapan air.
"Keterlibatan dan peran aktif seluruh unsur masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana akan menjadi poin penting dalam mewujudkan masyarakat Gunungkidul yang peka, tanggap, dan tangguh dalam menghadapi kemungkinan risiko bencana kekeringan ini," kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Tiket Gratis Kapal Laut untuk Arus Balik Lebaran 2025 Masih Tersedia
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BMKG Sebut Gempa Bumi di Cilacap Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia
- Arus Balik dari Terminal Gunungkidul Diperkirakan Turun 25 Persen, Ini Penyebabnya
- Didukung Inovasi, Kalurahan di DIY Bisa Ajukan Bantuan Dana Pengelolaan Sampah
- Jangan Sampai Ada Korban, Wisatawan Pantai Parangtritis Bantul Diminta Waspada Bahaya Ombak Besar
- RSUD Panembahan Senopati Bantul Kini Punya Gedung Maternal Perinatal Terpadu
Advertisement
Advertisement