Advertisement
Modifikasi Cuaca di DIY, BPBD Jalin Komunikasi dengan BPNP
Ilustrasi Kekeringan / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyatakan terus menjalin komunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk segera melakukan modifikasi cuaca di wilayah setempat guna mengurangi dampak kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan sejak akhir Mei lalu.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan sejak penetapan siaga darurat bencana kekeringan awal Agustus lalu pihaknya masih menunggu respons BNPB untuk menyetujui permintaan modifikasi cuaca di wilayah setempat.
Advertisement
"Sampai sekarang belum ada pemberitahuan dari pusat soal kapan modifikasi cuaca itu akan dilakukan," kata Noviar, Senin (12/8/2024).
Menurutnya, permintaan modifikasi cuaca oleh daerah memang akan diklasifikasikan oleh BNPB wilayah mana yang paling membutuhkan atau harus diprioritaskan untuk segera diberikan bantuan, sebab permintaan datang tidak hanya dari DIY saja.
"Yang kekeringan kan banyak juga dari daerah lain, jadi itu juga dibedah BNPB mana yang paling prioritas," ungkapnya.
Noviar menambahkan, jika permintaan modifikasi cuaca DIY disetujui nantinya pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk menetapkan kabupaten mana yang harus mendapatkan perhatian lebih dulu.
"Sebab modifikasi cuaca itu tidak bisa secara keseluruhan langsung se DIY, harus ada daerah khusus dengan kondisi awan yang juga khusus," jelasnya.
Stasiun Klimatologi DIY menyatakan, berdasarkan pengamatan pihaknya diprediksi tiga dasarian ke depan (dasarian II Agustus-I September 2024) curah hujan di wilayah setempat berkisar antara 0-10 mm dengan kriteria rendah dan sifat hujan yang bervariasi.
BACA JUGA: Akun Bisnis Sejumlah Hotel Diretas, PHRI Lapor ke Siber Bareskrim Polri
Hingga Oktober
Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas mengatakan, dalam tiga bulan ke depan yakni Agustus-Oktober curah hujan di wilayah DIY diprediksi masih berintensitas rendah-menengah. Pada Agustus ini curah hujan diprediksi berkisar 0-50 mm (kriteria rendah) dengan sifat hujan bervariasi.
"Kemudian September 2024 diprediksi berkisar 21-150 mm (kriteria rendah-menengah) dan Oktober 2024 diprediksi berkisar 51-300 mm (kriteria rendah-menengah)," terangnya.
Reni menyebut, puncak musim kemarau 2024 di DIY diprediksi berlangsung antara Juli hingga Agustus 2024 dan akhir musim kemarau pada September dasarian I hingga dasarian III. Pihaknya mengimbau pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap dampak puncak musim kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement








