Advertisement
Bank BPD DIY Resmikan KALIBA EDU SMART BANK di SLB Negeri 1 Bantul
Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad (depan tiga kiri memotong pita) dan Kepala OJK DIY, Eko Yunianto memotong pita (empat kiri) dalam peresmian KALIBA EDU SMART BANK di SLB Negeri 1 Bantul, Selasa (13/8 - 2024). Anisatul Umah/Harian Jogja.
Advertisement
JOGJA—Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY meresmikan KALIBA EDU SMART BANK di SLB Negeri 1 Bantul, Selasa (13/8/2024). Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan setiap orang punya hak mendapatkan layanan perbankan terbaik.
Menurutnya kehadiran KALIBA EDU SMART BANK ini menjadi kesempatan bagi siswa-siswi untuk lebih mengenal perbankan. Sehingga bisa menjadi bekal setelah mereka lulus dan menjadi orang yang mandiri. Dia berharap bisa membuka cabang-cabang di SLB lain setelah SLB Negeri 1 Bantul.
"Memberikan kesempatan ke teman-teman kami kebutuhan khusus untuk mengenal tabungan," ucapnya saat peresmian.
Dia menjelaskan KALIBA EDU SMART BANK ini akan dikelola secara mandiri dengan pendampingan dari Bank BPD DIY sehingga tidak disalahgunakan pihak lain. Menurutnya menjadikan mereka paham tentang produk-produk perbankan dan risiko menjadi tantangan tersendiri.
Lewat KALIBA EDU SMART BANK ini diharapkan bisa meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. "Ini pilot project kami [Bank BPD DIY]. Sesuai dengan program pemerintah, bagaimana memberikan akses kepada disabilitas," jelasnya.
Dalam acara yang sama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Eko Yunianto mengatakan menyampaikan apresiasi kepada Bank BPD DIY yang selalu berkolaborasi dalam rangka peningkatan literasi kepada masyarakat. Kali ini kepada siswa-siswi SLB Negeri 1 Bantul.
Advertisement
Eko menjelaskan siswa-siswi mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengakses literasi terkait dengan produk dan layanan jasa keuangan. Ia menyebut saat ini banyak penawaran investasi yang ujungnya investasi bodong. Banyak tawaran pinjaman online yang ujungnya ilegal. Di sisi lain ada perbankan yang sudah jelas berizin dan terdaftar di OJK.
"Bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat dan bapak ibu guru, siswa-siswi SLB Negeri 1 Bantul," tuturnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan berdasarkan hasil survei terakhir di 2024, indeks literasi keuangan saat ini 65,43%, sementara indeks inklusi keuangan 75,02%.
Dari 100 masyarakat 65 diantaranya sudah paham produk jasa keuangan. Sementara dari 100 masyarakat 75 di antaranya sudah mengakses. Sehingga masih ada gap sekitar 10 yang belum paham.
OJK DIY, kata Eko, bersama dengan pemerintah daerah (pemda), dan industri jasa keuangan masif melakukan edukasi dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dengan produk dan layanan jasa keuangan.
Lewat peresmian KALIBA EDU SMART BANK, Eko berharap seluruh masyarakat yang terlibat bisa lebih memahami dampak penting inklusi keuangan dalam mendukung pembangunan ekonomi. Serta meningkatkan implementasi keuangan inklusif.
"Kami harap semakin memudahkan anak-anak mengakses produk dan layanan jasa keuangan seperti membuka tabungan," katanya.
Kepala Sekolah SLB N 1 Bantul, Krisdi Sujatwanto mengucapkan terima kasih kepada Bank BPD DIY yang sudah memperluas jaringan agen laku pandai di SLB N 1 Bantul.
Dia mengatakan SLB punya peran penting dalam mewujudkan pendidikan inklusi dan merata bagi semua anak, termasuk yang berkebutuhan khusus.
Menurutnya lewat peresmian agen laku pandai ini bisa membuka peluang bagi siswa-siswi dan masyarakat sekitar. Memudahkan dalam melakukan transaksi keuangan dan juga sebagai langkah mendorong literasi keuangan. Ia optimistis kolaborasi ini bisa memberikan manfaat besar dalam mendukung program pendidikan.
"Siswa siswi kami bisa praktik dan belajar mengelola keuangan secara bijak. Terima kasih kepada Bank BPD DIY mempercayakan sekolah kami," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement







