Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—DPD PAN Sleman menanggapi santai klaim partainya ditinggal partai koalisi untuk bergabung ke kubu bakal pasangan calon Harda Kiswaya-Danang Maharsa di Pilkada 2024. Hal ini tak lepas adanya putusan Mahkamah Konstiutsi (MK) yang menurunkan ambang batas dukungan pencalonan dari 20% menjadi 7,5% suara sah di pemilu.
Sekretaris DPD PAN Sleman, Inoki Azmi Purnomo mengatakan, masih optimistis ada partai yang bergabung mendukung Bakal Calon Bupati Kustini Sri Purnomo di Pilkada Sleman 2024. Menurut dia, pencalonan masih dalam persiapan sehingga akan berproses hingga saat pendaftaran.
BACA JUGA: Sudah Ada Putusan MK, KPU Kulonprogo Gunakan Aturan Lama dalam Pencalonan Pilkada
Dia pun tidak memusingkan adanya klaim tujuh partai politik yang terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, PKS, NasDem dan PPP yang bergabung menjadi satu untuk mendukung pasangan Harda-Danang. Menurut dia, bukti dukungan harus dilengkapi dengan bukti B1 KWK dari DPP.
“Apakah sudah ada B1 KWK nya mas? Kalau sebatas klaim tidak perlu dipercaya karena semua harus ada buktinya,” kata Inoki, Jumat (23/8/2024).
Meski demikian, ia memastikan partainya siap bertarung untuk mengusung Kustini secara sendirian di Pilkada Sleman. Keputusan MK No.60 dinilai menjadi angin segar karena syarat ambang batas dukungan pencalonan diturunkan dari 20% menjadi 7,5%.
Menurut dia, dengan aturan ini maka DPD PAN Sleman bisa mengusung calon sendiri karena raihan suaranya melebihi dari ketentuan yang ada.
“Putusan MK telah mematahkan desan yang memunculkan satu calon dengan melawan kotak kosong. Jadi, kalau kami harus sendirian mengusung Bu Kustini, maka kami siap melakukannya,” kata Inoki.
BACA JUGA: KPU Pastikan Putusan MK Berlaku Sampai Penetapan Paslon Pilkada 2024
Sebelumnya, DPD PAN bersama dengan PKS dan PKB sepakat mengusung Kustini di Pilkada Sleman. Namun perkembangan terbaru, kedua partai dikabarkan merapat ke kubu Harda-Danang.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman, Gustan Ganda mengatakan, hingga sekarang yang sudah memerikan dukungan sudah ada tujuh partai pemilik kursi di DPRD Sleman. Partai ini terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, PKS, PPP dan NasDem.
“Beberapa rekomendasi sudah dibawa oleh Pak Harda dan Mas Danang,” kata Gustan, Kamis (22/8/2024).
Dia menjelaskan, untuk parta pengusung Harda-Danang sepakat membentuk Koalisi Sleman Baru. Ini sebagai wadah dari perjuangan Harda-Danang untuk menyiapkan Sleman yang baru dari sebelumnya yang pernah ada sehingga dapat menjadi lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal sebagai calon legenda sepak bola setelah Spanyol menang 3-1 atas Republik Ceko.
Indonesia menyampaikan sikap soal excess capacity, kerja paksa, dan MFN dalam Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Amerika Serikat.
Sebanyak 580 atlet dari Jawa Tengah dan DIY mengikuti kejuaraan pencak silat di Temanggung untuk pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
DPRD Kota Jogja mendorong optimalisasi lahan perkotaan, pekarangan, dan aset pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.