Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Pelepasan atlet, pelatih, dan official Kabupaten Bantul yang akan bertanding dalam PON XXI di Gandung Pardiman Centre, Sabtu (31/8/2024)./ Ist - bantulkab.go.id
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul mengirimkan sebanyak 118 atlet dari 31 cabang olahraga (Cabor) yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara pada 8 - 20 September 2024.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bantul, Gandung Pardiman mengatakan total ada 154 personel dari Bantul yang diberangkatkan mengikuti PON XXI.
"Jumlah tersebut terdiri dari 118 atlet, 27 pelatih, 8 official, dan satu pendamping. Untuk PON tahun ini, atlet-atlet Bantul terjun dalam 31 cabang olahraga," katanya dalam acara pelepasan atlet, pelatih, dan official Kabupaten Bantul yang akan bertanding dalam PON XXI di Gandung Pardiman Centre, Sabtu (31/8/2024), seperti dikutip dari laman resmi Pemkab.
Madrid Dwi Sanjaya, 20, atlet badminton asal Tamanan, Banguntapan, yang ikut dalam PON XXI mengaku tak sabar terbang ke Aceh untuk mengikuti PON XXI. Ia tidak menyangka olahraga yang ditekuninya sejak usia lima tahun atau saat ia masih berada di bangku taman kanak-kanak ini dapat membawanya hingga ke kompetisi bergengsi tingkat nasional.
“Dulu itu saya mbeling. Sama simbah akhirnya diminta coba masuk klub dan main badminton. Awalnya iseng. Lama-lama kok saya suka dan akhirnya menikmati. Ikut lomba ke mana-mana. Lulus SD, langsung ke Jakarta dan digembleng di sana,”ungkapnya.
Dalam PON XII ini Madrid akan bertarung setidaknya pada dua partai, yakni ganda putra dan ganda campuran. Persiapan yang dilakukan pun tidak main-main. Apalagi ia juga memiliki sepak terjang dalam Porda dan Pra PON sebelumnya akhirnya lolos menjadi salah satu perwakilan dari Kabupaten Bantul.
BACA JUGA: KONI DIY Siapkan Bonus Ratusan Juta Tiap Atlet Peraih Medali PON XXI
“Ini adalah PON perdana saya. Pokoknya saya sangat siap dan sejujurnya sangat menanti-nantikan untuk berangkat ke PON. Karena ya memang ini yang ditunggu,” imbuh Madrid.
Tidak hanya Madrid. Naura Jinan Syarifah,16, dan Nurma Anjan, 20, memiliki semangat serupa. Dua atlet yang sama-sama berdomisili di Kapanewon Sewon ini bertekad membawa pulang medali pada cabang olahraga panjat tebing.
“Sudah sepuluh tahun saya bermain panjat tebing. Ini juga PON perdana saya. Untuk persiapannya lebih ke mental. Karena kalau mental kita jelek, nanti tidak bisa perform yang baik saat bertanding,” papar Anjani.
Perkara mental saat bertanding juga dibahas oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Menurutnya, seorang atlet tidak boleh hanya mengandalkan pada keterampilan dan kekuatan fisik saja. Kesiapan mental, seperti yang senantiasa ia tekankan pada atlet-atlet Bantul di sejumlah kesempatan, adalah modal besar dalam memenangkan pertandingan.
“Misalnya saat bertanding, lalu skor tertinggal dengan lawan, jangan cepat-cepat down atau menyerah. Makanya mental itu penting di samping fisik dan keterampilan yang harus diasah. Sekali lagi, selamat dan semangat bertanding dalam PON XXI,” pesan Halim.
Sementara itu, Ketua KONI DIY, Djoko Pekik Irianto, menyebut telah menyiapkan bonus bagi atlet-atlet yang berhasil merebut medali. Untuk peraih medali emas, bonus yang disiapkan untuk atlet adalah Rp 250 juta. Sedangkan untuk pelatih, bonus yang diberikan sebanyak Rp 100 juta. Lalu atlet peraih medali perak akan mendapatkan bonus Rp 125 juta dan untuk pelatih akan diberikan bonus Rp 30 juta.
“Total atlet yang berangkat dalam kontingen DIY itu 441. Ini kontingen terbanyak sepanjang sejarah. Semoga semua dapat bertanding dengan baik dan maksimal. Seperti yang disampaikan Ngarsa Dalem. Orang Jogja itu terkenal nrima. Tapi kalau konteksnya bertanding olahraga ya jangan sampai begitu. Harus mau fight,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Karang Taruna Kulonprogo mendorong pemberdayaan pemuda hingga tingkat RT/RW melalui pelatihan, akses usaha, pendampingan UMKM, dan kolaborasi pemerintah.
Agrinas Palma Nusantara menggandeng Smart Batik Indonesia di Sleman untuk mengembangkan batik berbahan turunan kelapa sawit yang lebih ramah lingkungan.
Pemerintah menyiapkan insentif 2027 berupa magang nasional 150.000 peserta, pelatihan vokasi, PPh DTP pekerja, dan fasilitas perumahan.
DPRD Bantul bersama Disdikpora dan BKPSDM mengkaji ulang penempatan guru. Pendataan kebutuhan tenaga pendidik direncanakan mulai tahun depan.
Bahlil Lahadalia mengkaji penambahan kuota Pertalite pada akhir Oktober 2026 menyusul lonjakan konsumsi akibat peralihan dari BBM nonsubsidi.