Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Ilustrasi anak kena gondongan. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 151 anak usia sekolah terjangkit penyakit gondongan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengimbau pihak sekolah untuk mewaspadai potensi penyebaran penyakit gondongan atau parotitis. Total hingga sekarang sudah ada 151 anak yang terjangkit penyakit ini.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan penyakit gondongan umumnya tidak berbahaya apabila tidak terjadi komplikasi. Kendati demikian, penyakit ini perlu diwaspadai karena penularananya yang cepat.
“Penularannya seperti flu lewat percikan ludah atau air liur [droplet]. Jadi, memang penularannya cepat sehingga perlu diwaspadai,” kata Cahya, Jumat (27/9/2024).
Menurut dia, hingga akhir September ini sudah ada 151 anak terjangkit penyakit gondongan. Adapun rinciannya, anak usia 1-4 tahun sebanyak 18 kasus; usia 5-9 tahun ada 75 kasus dan usia 10-14 tahun terdapat 58 kasus. “Yang terjangkit kebanyakan anak sekolah,” katanya.
Cahya menjelaskan untuk anak yang terjangkit sudah diperiksakan. Selain itu, selama belum sembuh diistirahatkan di rumah agar tidak menular ke anak sekolah lainnya.
Menurut dia, ada beberapa cara mencegah penyakit gondongan. Cara yang paling utama dengan memberikan vaksin MMR.
Selain itu, dapat dilakukan dengan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing. “Yang tak kalah penting, saat sakit harus memakai masker untuk mengurangi risiko penularan,” katanya.
BACA JUGA: 125 Ribu Kendaraan di DIY Sudah Terdaftar QR Code untuk Pembelian Pertalite
Salah seorang warga Kapanewon Berbah, Eko Kurniawan mengatakan, sekitar awal September lalu, anaknya sempat terjangkit penyakit gondongan. Hal ini ditandai terjadinya demam serta pembengkakan di bagian pipi.
“Setelah diketahui sakit, langsung diputuskan tidak masuk sekolah untuk istirahat di rumah. Setelah beberapa hari kondisinya membaik sehingga dapat masuk ke sekolah lagi,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima dari anaknya, Eko mengakui bahwa di sekolahan juga ada beberapa siswa lain yang terkena penyakit gondongan.
“Jadi tidak hanya anak saya, tapi ada temannya juga mengalami sakit yang sama. Dengar-dengar di sekolahnya untuk anak kelas satu juga ada pemberian vaksin MMR, yang salah satunya sebagai upaya pencegahan penyakit gondongan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
SKK Migas menyebut UEA akan mengirim hingga 30 juta barel minyak ke Indonesia tanpa biaya, termasuk modal kerja dan biaya kapal.
OJK membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital untuk mencegah penipuan serta mengembangkan potensi.
Sri Sultan HB X mendorong pelatihan kerja berbasis potensi kalurahan untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan peluang usaha warga DIY.
Kemarau panjang membuat sungai-sungai kecil di Kulonprogo mengering. BBWS Serayu-Opak menyebut sungai besar masih memiliki debit air.
Simak jadwal, prediksi susunan pemain, kondisi tim, dan analisis laga Fleetwood Town vs Arsenal di Piala Liga Inggris 2026.