Advertisement
Atasi Masalah Air Tanah, Jogja Diusulkan Pakai Teknologi Micro Tuneling
Suasana talkshow bertajuk micro tuneling solusi modern menghadapi tantangan konstruksi bawah tanah di kota metropolitan yang digelar pada Selasa (8/10/2024) di Jogja. - Harian Jogja/Yosef Leon
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja disebut-sebut bisa memakai teknologi micro tunneling sebagai solusi meningkatkan kualitas air bawah tanah yang semakin lama semakin tergerus. Dengan teknologi ini, kebutuhan masyarakat atas air yang optimal tentu bakal terlayani apalagi pipa PDAM Jogja telah berusia ratusan tahun.
Hal itu mengemuka dalam talkshow bertajuk Micro Tuneling Solusi Modern menghadapi tantangan konstruksi bawah tanah di kota metropolitan yang digelar pada Selasa (8/10/2024) di Jogja.
Advertisement
Keberhasilan Pemda DKI Jakarta dalam membangun pipa bawah tanah dijelaskan dalam acara ini.
Diketahui micro tunneling merupakan proses membangun sebuah terowongan kecil menggunakan mesin bor. Biasanya proses ini akan dikombinasikan menggunakan teknik pipe jacking guna memasang pipa di bagian bawah tanah.
Sejumlah proyek strategis nasional (PSN) yang berkaitan dengan bawah tanah banyak menggunakan teknologi ini.
Kasatker PPP Wilayah II Jakarta Metropolitan, Qurrotu Ainy mengatakan kualitas air semakin lama semakin buruk di kota besar. Hal ini disebabkan oleh munculnya penyakit terkait adanya bakteri e coli.
Maka untuk menjawab layanan air bersih warga pembangunan pengolahan limbah dan Sistem penyediaan air minum (SPAM) harus dilakukan. "Sekarang kami sedang membangun SPAM Jatiluhur dan Jakarta sewerage zona 1 sudah dilaksanakan dari 2023 dan berakhir 2027 memang panjang karena melayani tiga kota," katanya.
Untuk pembangunan air limbah atau Jakarta Sewerage terdapat 15 zona dan sudah dibangun di zona 0 dengan prioritas di zona 1 yang sedang proses bangun dan zona 6 proses pengadaan barang dan jasa. Zona 1 rencananya akan mengolah air limbah dengan kapasitas 240.000 m³ dengan lahan 3,9 hektare dan melayani hampir 1 juta jiwa.
"Itu pakai teknologi A20 dan MBR rencananya teknologinya beda dengan yang lain karena lahan terbatas," jelasnya.
Sementara untuk SPAM Jatiluhur nantinya mampu menghasilkan air sebanyak 4. 750 liter per detik dengan dibawa hanya 4.000 liter per detik ke Jakarta.
Adapun proses pembangunannya memakai sistem Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang di hulu sementara hilir pakai dana APBN.
"SPAM Jatiluhur rencananya melayani dua kota yakni Jakarta Utara dan Jakarta Timut. Total pipa yang dibangun 69 km. Dan 10 Oktober kami akan Commercial Operation Date dengan mampu melayani 12.000 KK.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement







