Nasib Tol Getaci Dievaluasi, Pemerintah Cari Formula Baru
Pemerintah merestrukturisasi proyek Tol Getaci setelah dua kali lelang gagal menarik investor. Evaluasi ditargetkan selesai pada 2027.
Ilustrasi penggarapan konstruksi Tol Jogja-Bawen./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Jasa Marga melalui anak usahanya yakni PT Jasamarga Jogja Bawen (PT JJB) mengungkap progres konstruksi Jalan Tol Jogja-Bawen saat ini tengah dikebut. Perusahaan operator jalan tol itu menargetkan Tol Jogja-Bawen seksi 1 dan seksi 6 bisa rampung pada 2026.
Direktur Utama PT JJB AJ Dwi Winarsa menjelaskan saat ini pihaknya tengah memprioritaskan pembangunan dua seksi Tol Jogja-Bawen.
Pertama, yakni seksi 1 ruas Jogja-Simpang Susun (SS) Banyurejo sepanjang 8,80 kilometer yang pengerjaannya telah mencapai 67,06%, sementara progres pembebasan lahan sebesar 95,29%.
Kedua, yakni konstruksi seksi 6 Ruas Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 kilometer yang telah mencapai 34,09%, dengan progres pembebasan lahan sebesar 78,06%. “Saat ini, fokus pembangunan proyek Jalan Tol Jogja-Bawen merupakan konstruksi seksi 1 Ruas Jogja-SS Banyurejo sepanjang 8,80 kilometer, dan seksi 6 Ruas Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 kilometer,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (13/10/2024).
Dwi menjelaskan, kedua seksi yang penyelesaiannya menjadi prioritas utama ini ditargetkan selesai pada kuartal II/2026 untuk seksi 1.
Sementara untuk seksi 6 ditargetkan rampung pada kuartal IV/2025. Dia merinci, khusus untuk pembebasan lahan seksi 1 ruas Jogja-SS Banyurejo, pihaknya akan merealisasikan Uang Ganti Kerugian (UGK) ke tujuh desa dan ditargetkan akan selesai tahun ini.
Di antaranya meliputi Desa Tirtoadi, Desa Margomulyo, Desa Margokaton, Desa Margodadi, Desa Sumberejo, Desa Tambakrejo, dan Desa Banyurejo.
Sementara itu, untuk sisa tanah yang belum dibebaskan, seperti tanah karakteristik khusus (Tanah Wakaf dan Tanah Instansi), juga ditargetkan akan selesai tahun ini.
Kemudian, pada pembebasan lahan seksi 6 di Ruas Ambarawa-Bawen, terdapat 4 desa yang terdampak atas Proyek Jalan Tol Jogja-Bawen, meliputi Desa Kandangan, Desa Doplang, Kelurahan Bawen serta Desa Kupang, yang sebagian besar bidang telah melakukan pembayaran UGK.
“Progres konstruksi seksi 6 Ruas Ambarawa-Bawen saat ini sedang dalam proses perizinan kepada instansi yang terdampak. Instansi-instansi tersebut berada di daerah Kabupaten Semarang. Pekerjaan yang dilakukan di lapangan meliputi pengerjaan borpile jembatan dan pekerjaan boks underpass Simpang Susun Ambarawa,” tambahnya.
BACA JUGA: Biaya Konstruksi Tol Jogja-Bawen Membengkak, Menteri PUPR Siapkan Solusi Tekan Biaya
Jalan Tol Jogja-Bawen membentang melintasi dua provinsi, yakni Provinsi Jawa Tengah sepanjang 66,32 Km dan DIY sepanjang 8,80 Km.
Proyek ini terbagi menjadi 6 seksi, yaitu seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo (8,80 Km), seksi 2 Banyurejo-Borobudur (15,20 Km), seksi 3 Borobudur-Magelang (8,10 Km), seksi 4 Magelang-Temanggung (16,65 Km), seksi 5 Temanggung-Ambarawa (21,39 Km), dan seksi 6 Ambarawa-Bawen (4,98 Km). Ketika beroperasi penuh nanti, perjalanan antara Semarang dan Yogyakarta diharapkan menjadi lebih efisien, dengan waktu tempuh yang awalnya 3 jam dapat dipersingkat menjadi hanya 1,5 jam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemerintah merestrukturisasi proyek Tol Getaci setelah dua kali lelang gagal menarik investor. Evaluasi ditargetkan selesai pada 2027.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.