Sekolah Rakyat Kulonprogo Beroperasi Meski Pembangunan Belum Tuntas

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Selasa, 28 Juli 2026 17:17 WIB
Sekolah Rakyat Kulonprogo Beroperasi Meski Pembangunan Belum Tuntas

Sejumlah petugas memantau pembangunan salah satu fasilitas gedung di SR Kulonprogo yang masih terus dilanjutkan pengerjaannya, Selasa (28/7/2026)./Harian Jogja-Khairul Ma\'arif \r\n

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sekolah Rakyat (SR) Kulonprogo tetap mulai beroperasi pada Jumat (31/7/2026) meskipun pembangunan fisik belum rampung sepenuhnya. Operasional perdana diawali dengan pelaksanaan masa pengenalan lingkungan asrama dan sekolah (MPLAS) selama 10 hari.

Hingga Selasa (28/7/2026), pembangunan SR di Kelurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo masih berlangsung dan sejumlah fasilitas belum selesai seluruhnya. Sekolah tersebut akan memiliki jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.

Kepala Sekolah Rakyat Kulonprogo, Agus Ristanto, mengakui pembangunan fisik yang dikerjakan kontraktor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) belum dapat diselesaikan seluruhnya sesuai target. Namun, untuk mengejar jadwal tahun ajaran baru, disepakati penggunaan gedung secara fungsional.

"Berhubungan dari pihak PU itu belum bisa menyelesaikan secara keseluruhan, kesepakatannya adalah fungsional penggunaan gedung. Kami lakukan optimalisasi di empat gedung asrama dan ruang kelas SD," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Agus menjelaskan sarana fisik gedung masih terus dikebut menjelang kedatangan siswa. Sejumlah pekerjaan infrastruktur dasar, seperti pengaspalan jalan masuk, pemasangan paving block di area gedung, pemasangan plafon, hingga sanitasi kloset baru diselesaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Ia juga mengungkapkan hingga rapat koordinasi terakhir, pihak sekolah belum menerima kepastian waktu penyelesaian seluruh pekerjaan finishing dari Kementerian PU.

"Soal kepastian akhir finishing semuanya, yang jelas masih berproses. Kalau ditanya kapan, jawaban mereka diusahakan selesai. Berharap nanti kalau sudah selesai semua, penggunaan yang difungsikan sementara ini bergeser ke bangunan permanen masing-masing," ungkap Agus.

Dengan skema penggunaan gedung secara fungsional, SR Kulonprogo akan langsung menampung sebanyak 334 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Mengingat para siswa akan tinggal dan belajar di lingkungan yang pembangunannya belum sepenuhnya selesai, pihak sekolah mengaku akan memperketat pengawasan agar siswa tidak mendekati area pekerjaan konstruksi maupun alat berat.

Agus mengklaim area yang difungsikan untuk kegiatan siswa telah disterilkan dari aktivitas pembangunan sehingga aman digunakan selama MPLAS berlangsung.

"Semua tentu mengandung risiko. Berarti kami harus ekstra dalam pengawasan dan pendampingan ke anak. Tapi untuk area fungsional sudah bebas dari ruang kerja, jadi siswa tidak perlu pakai APD seperti helm proyek karena jauh dari lokasi alat berat," kilahnya.

Untuk membantu proses adaptasi siswa di lingkungan asrama dan sekolah yang masih dalam tahap penyelesaian, pihak sekolah akan melaksanakan MPLAS selama 10 hari penuh. Kegiatan tersebut melibatkan pendampingan dari Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) untuk memperkuat pengawasan dan pembentukan kedisiplinan siswa.

Secara terpisah, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY Kementerian PU, Haryo Satriyawan, mengatakan bangunan yang digunakan untuk pelaksanaan MPLAS telah siap digunakan. Fasilitas pendukung seperti air dan listrik juga telah tersedia.

Menurutnya, untuk sementara waktu seluruh kegiatan belajar mengajar di SR Kulonprogo akan dipusatkan di satu gedung sambil menunggu penyelesaian fasilitas lainnya.

"Jadi semua dari SD, SMP dan SMA menjadi satu di gedung SD menggunakan lantai satu dan dua. Untuk pengaturan kelasnya dari Kepala SR," tuturnya.

Haryo mengklaim progres pembangunan SR Kulonprogo telah mencapai 97 persen meskipun belum semua fasilitas dapat digunakan. Ketika ditanya mengenai target penyelesaian pembangunan secara keseluruhan, ia menyebut prosesnya akan dilakukan secepat mungkin.

"Kita berusaha secepat mungkin sehingga nanti anak-anak sudah masuk tinggal pembersihan," tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online