Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Pejabat Sementara Bupati Sleman, Kusno Wibowo (kiri nomor dua) saat memberikan keterangan berkaitan dengan penangnan stunting di Kabupaten Sleman. Senin (14/10/2024) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman mencatat kasus stunting di 2024 mencapai 4,41%. Jumlah ini diklaim menurun 0,1% ketimbang kasus di 2023 szebesar 4,51%.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, penanganan dan pencegahan stunting di Sleman berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari temuan kasus yang terus menurun di setiap tahunnya.
BACA JUGA: 4 Kapanewon di Sleman Ini Masuk Zona Merah Stunting
Ia mencatat, di 2022 jumlah kasus mencapai 6,88%. Angka ini menurun sebanyak 2,37% di 2023 menjadi 4,51%. Adapun di 2024, jumlahnya juga kembali menurun menjadi 4,41%.
“Angkanya turun tipis sekitar 0,1% dibandingkan dengan kasus yang ada di tahun lalu,” kata Cahya kepada wartawan, Senin (14/9/2024).
Dia menjelaskan, capaian ini tidak lepas dari program percepatan penanggulangan yang dilakukan Pemkab Sleman. Di sisi lain, angka ini diperoleh melalui pengukuran dan pelaporan gizi balita yang dilakukan di puskesmas melalui aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).
“Kami akan terus berupaya menurunkan karena ada program zero stunting dari Pemerintah Pusat. Hal ini sudah bisa terlihat jumlah kasus terus menurun setiap tahunnya,” katanya.
Pejabat Bupati Sleman, Kusno Wibowo menyambut baik angka stunting di Sleman terus menurun setiap tahunnya. Keberhasilan ini merupakan bukti dari komitmen pemkab dalam upaya pencegahan dan penanggulangan yang terus dijalankan setiap tahunnya.
“Angkanya terus turun dan jumlahnya sudah dibawah rerata nasional. Tapi, tidak boleh berpuas diri karena upaya pencegahan harus terus dilakukan,” katanya.
Menurut dia, pencegahan stunting harus dioptimalkan. Pasalnya, tugas ini tidak hanya menjadi ranah dari Dinas Kesehatan atau Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman, namun seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga harus terlibat sesuai dengan ketugasan yang dimiliki.
“Sinergi bersama harus terus ditingkatkan agar hasilnya bisa lebih dimaksimalkan. Sebab, penanganan stunting menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Menurut dia, setiap OPD memiliki ketugasan yang bisa berdampak dalam upaya pencegahan stunting. Sebagai contoh, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman bisa berperan untuk program kebersihan lingkungan serta penyiapan sanitasi yang baik di Masyarakat.
“Semua harus ikut berperan dalam pencegahan agar angka stunting bisa terus diturunkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.