Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Sebuah pohon ambruk dan mengenai rumah sebuah bangunan yang diakibatkan hujan deras di wilayah Sleman. Minggu (3/11/2024)./Istimewa-BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan deras yang mengguyur wilayah Sleman sejak siang hingga sore mengakibatkan sejumlah peristiwa pohon tumbang maupun tiang listrik ambruk. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibar peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan cuaca ekstrem yang terjadi pada Minggu (3/11/2024) mengakibatkan sejumlah peristiwa.
Berdasarkan laporan masuk hingga pukul 14.30 WIB, di Kapanewon Pakem, tepatnya di Padukuhan Paraksari, Pakembinangun dilaporkan ada atap rumah milik tiga warga rusak karena tiupan angin kencang.
Selain itu, juga ada laporan satu tiang listrik ambruk dan sembilan pohon tumbang. Dampak dari hujan deras yang disertai angin kencang juga dilaporkan di Kapanewon Cangkringan, tembok perkarangan milik warga di Padukuhan Bedoyo, Wukirsari ambruk. “Di Cangkringan juga dilaporkan adanya delapan pohon tumbang. Sedangkan di Kapanewon Ngemplak ada empat kejadian pohon tumbang,” kata Bambang, Minggu sore.
BACA JUGA: Hujan Angin Landa Sleman dan Kulonprogo, Warung dan Rumah Rusak
Menurut dia, upaya evakuasi sudah dilakukan dengan menerjunkan tim reaksi cepat. Pasalnya, pohon tumbang ada yang mengenai rumah hingga menghalangi jalan yang mengakibatkan akses warga jadi terhambat. “Memang ada peristiwa akibat cuaca ekstrem yang terjadi mulai siang, tetapi hingga sekarang tidak ada laporan korban jiwa. Mudah-mudahan semua berjalan denga naman dan terkendali,” katanya.
Salah seorang warga Kedung RT01/RW21, Kalurahan Cangkringan Sleman, Suyadi mengatakan wilayahnya menjadi daerah terdampak hujan deras yang mengguyur sejak Minggu siang. Menurut dia, angin kencang yang terjadi mengakibatkan pohon durian berdiameter 80 centimeter ambruk mengenai rumah.
Selain itu, juga ada jaringan listrik yang ambruk pada saat terjadi hujan deras. “Sudah dilaporkan. Untuk kondisi masih aman karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.