Macet Bisa Bikin Mobil Cepat Rusak! Komponen Ini yang Terancam
Kemacetan tidak hanya menguras waktu, tetapi juga mempercepat kerusakan mobil. Kenali empat dampak utama macet terhadap mesin, rem, dan konsumsi BBM.
Ilustrasi gedung sekolah rusak - JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul memberikan catatan khusus kepada salah satu kontraktor yang mengerjakan rehabilitasi ruang kelas di salah satu SMPN di Kapanewon Kretek.
Pasalnya, kontraktor tersebut mengerjakan proyek rehabilitasi secara asal-asalan, dan membuat sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan. Seperti keramik copot dan kayu kusen meleyot. Beruntung, kerusakan terjadi saat masih masa pemeliharaan.
"Saat ini, pihak penyedia jasa telah melakukan perbaikan. Karena masih dalam masa pemeliharaan," kata Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto, Kamis (14/11/2024).
Menurut dia, kontraktor tersebut memang memenangkan tender proyek rehabilitasi ruang kelas di salah satu SMPN di Kapanewon Kretek. Pengerjaan proyek dilakukan selama Juni sampai Oktober 2024, dengan anggaran dari Dana Alokasi Khusus senilai Rp666,4 juta. Namun, dalam perkembangannya, ternyata saat masa pemeliharaan, ruang kelas mengalami kerusakan. Utamanya, pada keramik dan kayu kusen.
BACA JUGA: Disdikpora Bantul Petakan Kerusakan 41 Bangunan Sekolah
"Pihak sekolah sudah menanyakan hal itu kepada penyedia jasa dan telah berkoordinasi dengan bidang SMP. Hari ini, dari bidang SMP juga mengadakan rapat dengan pihak sekolah dan penyedia jasa tersebut, untuk mensikapi permasalahan tersebut," jelas Nugroho.
Nugroho mengungkapkan Disdikpora Bantul memiliki komitmen kuat untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap para kontraktor yang menggarap proyek rehabilitasi bangunan sekolah. Jika tidak sesuai dengan spek, kontraktor akan mendapatkan denda dan teguran.
Sedangkan, untuk kasus yang terjadi di salah satu SMP di Kretek, Nugroho mengaku Disdikpora memberikan catatan khusus kepada kontraktor tersebut, menyusul kerusakan yang dialami oleh sekolah saat masa pemeliharaan.
"Jadi ke depan kami akan tingkatkan pengawasan untuk pelaksanaan program rehabilitasi. Kalau denda, sejauh ini kami belum jatuhkan, karena ini masih dalam pemeliharaan. Jadi kami beri catatan dan bahan penilaian untuk lelang ke depan," jelasnya.
Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Bantul Hery Fahamsyah berharap kedepan, persoalan yang dialami oleh salah satu SMP di Kretek terkait dengan rehab kelas tidak kembali terjadi. Dewan meminta kepada Disdikpora Bantul dan panitia lelang untuk benar-benar selektif dalam proses tender lelang.
"Jadi jangan semata-mata mencari penyedia jasa yang berani menggarap dengan nilai termurah. Tidak perlu lah mencari Silpa. Selain itu, panitia tender juga harus memastikan jika ada garansi pemeliharaan dari peserta lelang," terangnya.
Hery juga menambahkan, pihaknya meminta kepada Disdikpora Bantul dan panitia lelang untuk memberikan catatan khusus untuk penyedia jasa yang telah terbukti nakal. "Agar peristiwa yang terjadi di salah satu SMP di Kretek ini tidak terulang. Panitia lelang dan Disdikpora harus selektif saat menentukan siapa pemenang tender," ucap Hery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemacetan tidak hanya menguras waktu, tetapi juga mempercepat kerusakan mobil. Kenali empat dampak utama macet terhadap mesin, rem, dan konsumsi BBM.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.