5 Penerima RTLH Sleman Mengundurkan Diri, Anggaran Rp68 Juta Tak Terserap
Lima penerima bantuan RTLH Sleman mengundurkan diri sehingga Rp68 juta anggaran tidak terserap. Sebanyak 461 unit rumah tetap direhabilitasi.
Ilustrasi Aksi pelemparan batu kembali terjadi./Ist-Okezone
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rombongan remaja asal Kabupaten Bantul melakukan penganiayaan terhadap pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Planjan, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, Sabtu (16/11/2024) pukul 11.30 WIB. Pelaku telah dikembalikan ke keluarga, Minggu (17/11/2024).
Kapolsek Saptosari, AKP Suyanto mengatakan kejadian berawal saat rombongan tujuh orang, rata-rata kelas tiga SMP, dalam perjalanan pulang dari arah barat/ Bantul menuju kawasan pantai. Dalam perjalanan tersebut, mereka bertemu rombongan lain, lima orang, yang sedang menuju arah barat.
“Mereka berpapasan. Satu rombongan yang dari Bantul itu melempari batu rombongan Gunungkidul. Tapi korban yang kena itu hanya satu, paling depan,” kata Suyanto dihubungi, Minggu (17/11).
Setelah mendapat laporan dari warga, Polsek Saptosari lantas mengejar pelaku penganiayaan tersebut dengan bantuan dari warga sekitar. Pelaku ditangkap di Kalurahan Jetis, Saptosari dan langsung dibawa ke Polsek. Adapun korban dibawa ke RSUD Saptosari untuk mendapat penanganan sebelum dirujuk ke RS Bethesda Jogja.
Remaja yang menjadi pelaku penganiayaan masih berada di Polsek Saptosari hingga Sabtu (16/11) malam. Melalui interogasi yang polisi lakukan, mereka melakukan penganiayaan secara acak, tidak ada sasaran khusus. Mereka juga tidak membawa senjata tajam.
“Sementara ini remaja yang menganiaya itu kami kembalikan ke orang tua mereka,” katanya.
Polsek masih membawa sepeda motor, helm, dan ponsel pelaku. Tujuh remaja asal Bantul tersebut akan menjalani pemeriksaan lagi pada Senin (17/11). Hanya, Polsek Saptosari akan melimpahkan penanganan ke Polsek Tanjungsari.
Pelimpahan tersebut dilakukan lantaran, menurut Suyanto tempat kejadian perkara pertama ada di Kapanewon Tanjungsari.
Bentrok antar-rombongan di JJLS bukan kali pertama terjadi. Pada Minggu (10/11) pukul 17.30 WIB, dua rombongan pemuda bentrok di JJLS, dekat Kantor Kapanewon Saptosari.
Satu pemuda berinisial SB, 23, warga Sleman yang diduga dalam pengaruh minuman beralkohol ditangkap. Kata Suyanto, salah satu rombongan merasa tidak terima setelah rombongan lain mendahului di jalan.
“Satu orang kami amankan, karena dalam kondisi mabuk. Dia juga ikut memukul menggunakan helm; kami tidak menemukan senjata tajam,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima penerima bantuan RTLH Sleman mengundurkan diri sehingga Rp68 juta anggaran tidak terserap. Sebanyak 461 unit rumah tetap direhabilitasi.
CKG Kota Jogja menemukan 60%-65% dari 23.000 lansia yang diperiksa terdeteksi hipertensi dan diabetes.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta 18 September 2026 dan disiapkan mendukung penanganan karhutla.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.