Polda Jateng Temukan 88 Anak dengan Kelainan Kaki Bawaan CTEV
Polda Jateng melacak 88 anak dengan kelainan kaki bawaan CTEV untuk memastikan mendapat penanganan medis sesuai kebutuhannya.
Jogja Kids & Teens Fashion Parade 2024 yang digelar pada Sabtu (16/11/2024) hingga Minggu (17/11/2024) di Sleman City Hall. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 500 anak dari berbagai kota di Indonesia difasilitasi untuk tampil menjadi modeling dalam Jogja Kids & Teens Fashion Parade 2024 yang digelar pada Sabtu (16/11/2024) hingga Minggu (17/11/2024) di Sleman City Hall.
Show Director Jogja Kids & Teens Fashion Parade 2024 Nyudi Dwijo Susilo mengatakan event tersebut merupakan pertama kali digelar. Hasilnya peminatnya sangat tinggi, sedikitnya 500 anak dan remaja ikut menjadi modeling memeragakan berbagai karya desainer.
"500 anak dan remaja itu dari berbagai kota di Indonesia, termasuk dari Aceh dan lain-lain. Mereka sangat antusias karena diberikan panggung. Bahkan ada juga beberapa ada istimewa [anak berkebutuhan khusus] kami sangat mengapresiasi mereka," katanya, Minggu.
Selain itu melibatkan 60 desainer berbagai kota mulai dari Jogja, Rembang, Malang, Nganjuk, Surabaya, Semarang, Bandung, Jember, Magelang, Bali, Klaten, Situbondo, Cilacap, Banyuwangi, Mojokerto, Jakarta hingga Palembang. Adapun karya yang ditampilkan sebagian besar fesyen untuk anak dan remaja.
Nyudi menilai fesyen anak dan remaja sangat potensial untuk dikembangkan. Ada simbiosis mutualisme antara desainer dengan pihak modeling dalam event ini. Karena para desainer bisa mempromosikan karyanya, di sisi lain dunia modeling juga menjadi hidup dan anak mendapatkan panggung untuk ikut berkarya. "Fesyen anak ini sangat prospek ke depan, terbukti peminatnya sangat tinggi," kata pria yang juga Direktur Asmat Pro ini.
Desainer yang tampil sesi ketiga Minggu malam antara lain House of Samja (Jember), Samja Kids & Teen (Jember), R3tte by Tianita (Banyuwangi), Sion X 72 Batik (Klaten), Keiko Aina X Gin Akcyuta (Jogja), Kalsium Kids by Alfredo (Yogya), Color Party Dress by Heru Kerupi (Yogya), Nenz3yo (Malang).
Salah satu desainer asal Banyuwangi Tianita mengungkap event tersebut sangat menarik bagi dirinya karena bisa menampilkan karya fesyen anak. Dalam kesempatan itu ia mengangkat fesyen bercorak seperti bunglon yang menarik perhatian. "Bahan yang kami gunakan juga ramah lingkungan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda Jateng melacak 88 anak dengan kelainan kaki bawaan CTEV untuk memastikan mendapat penanganan medis sesuai kebutuhannya.
PSS Sleman membidik tiga poin saat menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), setelah kalah dari Bali.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026
DIY dan Selandia Baru menjajaki sister province. Kerja sama ini membahas pertanian, peternakan, pendidikan, kebudayaan, hingga pengiriman sperma sapi.
Data PISA 2025 menunjukkan 53% pelajar Indonesia menggunakan chatbot AI untuk membantu belajar setidaknya sekali dalam sepekan.
Harga minyak dunia menembus US$100 per barel. Bahlil memastikan harga BBM subsidi tetap dan pemerintah siap menambah anggaran subsidi.