Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman memastikan warga yang tidak tercatat sebagai calon pemilih masih bisa menggunakan hak suaranya di Pilkada 2024. Adapun syaratnya membawa bukti KTP-el dan pelayanan dimulai pukul 12.00-13.00 WIB di TPS sesuai dengan domisili.
Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi mengatakan, jumlah pemilih yang tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau pemilih tambahan sudah ditetapkan. Para calon pemilih ini juga sudah diberikan surat pemberitahuan untuk mencoblos di TPS pada pemilihan di 27 November 2024. “Undangan mencoblos sudah diberikan ke pemilih dan pelaksanannya paling lambat diserahkan di 24 November,” kata Baehaqi, Senin (25/11/2024).
Meski ada surat pemberitahuan untuk memilih, tetapi dia mengakui tetap memberikan kesempatan warga yang belum terdata sebagai calon pemilih untuk tetap menggunakan hak pilihnya. Adapun persyaratannya sudah berusia minimal 17 tahun dengan dibuktikan dengan kepemilikan KTP-el.
Menurut dia, dengan bukti KTP-el ini, maka warga tercecer tetap bisa menggunakan hak suaranya didalam pemilihan. Hanya saja, Baehaqi menggarisbawahi bahwa pemilih ini hanya dilayani memilih mulai pukul 12.00 WIB-13.00 WIB atau sampai pendaftaran pencoblosan ditutup.
Adapun syaratnya, pelaksanaan pemilihan dilakukan di TPS terdekat sesuai dengan domisili yang tertera di kartu indentitas penduduk. “Yang terpenting masih ada surat suara yang tersedia. Kalau di TPS terdekat sudah habis, maka direkomendasikan untuk memilih di TPS yang masih satu kalurahan dan surat suaranya masih ada,” kata Baehaqi.
BACA JUGA: Pemungutan Suara di 2 TPS Jogja Berpotensi Diulang, Ini Penyebabnya
Diharapkan dengan adanya kemudahan ini, maka hak pilih warga bisa tetap terlindungi sehingga tidak ada yang kehilangan hak suaranya di Pilakda 2024. “Mudah-mudahan ini juga bisa meningkatkan partisipasi pemilih,” katanya.
Anggota KPU Sleman Divis Teknis dan Penyelenggaraan Pemilihan, Noor Aan Muhlishoh mengatakan, sudah melakukan simulasi pemilihan. Hasil evaluasi simulasi, disimpulkan bahwa pelaksanaan pemilihan pilkada bisa selesai lebih cepat ketimbang saat Pemilu 2024.
Hal ini tak lepas dari pelaksanaan yang hanya menggunakan satu surat suara. Dijelaskannya, saat simulasi melibatkan pemilih 498 orang dan bisa selesai pada pukul 17.00 WIB.
“Saat simulasi, di setiap alur ada proses pendokumentasian sebagai bahan sosialisasi sehingga waktunya lebih lama. Jadi, saya kira dengan mengacu pada simulasi, maka jam lima sore proses pemilihan dan rekapitulasi di TPS sudah bisa selesai,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 12 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 12 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
PISA 2025 menempatkan Singapura teratas di ASEAN. Indonesia berada di posisi keenam berdasarkan skor sains. Cek skor lengkapnya.