Erick Thohir Ajukan Anggaran Kemenpora Rp4,019 Triliun
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Tim Pengendali Inflasi Daerah DIY memastikan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di tingkat pedagang pasar rakyat di Kabupaten Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Tim Pengendali Inflasi Daerah DIY memastikan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di tingkat pedagang pasar rakyat di Kabupaten Kulonprogo menjelang Natal dan Tahun Baru 2025 aman.
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) DIY Yuna Pancawati di Kulon Progo, DIY, Rabu, mengatakan, TPID DIY melakukan pemantauan terhadap kondisi bahan pokok di Kabupaten Kulonprogo, seperti Pasar Wates dan tempat penggilingan padi di Kalurahan Ngestiharjo.
"Kondisi bahan pokok aman, baik dari sisi ketersediaan maupun harganya," kata Yuna.
Ia juga mengatakan, sebagian besar komoditas bahan pokok harganya masih terbilang stabil, dan ketersediaannya aman semua.
Ia mencontohkan ketersediaan beras yang disebut aman dan mencukupi untuk kebutuhan sampai libur panjang akhir tahun. Harganya pun aman, seperti Rp11.800 per kilogram (kg) untuk beras medium, Rp12 ribu per kg untuk beras SPHP, dan Rp15 ribu per kg untuk beras premium.
"Harga beras masih stabil dan terkendali," katanya.
BACA JUGA: Kemenhub Perkirakan 59,5 Juta Kendaraan Pribadi padati Jalanan Saat Libur Akhir Tahun
Namun demikian, Yuna mengatakan harga bawang merah yang terus merangkak selama beberapa waktu terakhir. Berdasarkan pemantauan, harga bawang merah berada di kisaran Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kg pekan lalu. Saat ini, harga bawang merah sudah di kisaran Rp 40 ribu sampai Rp 42 ribu per kg.
"Kenaikan ini perlu diwaspadai," katanya.
Menurut dia, mahalnya harga bawang merah disebabkan oleh masa panen yang sudah selesai sehingga persediaan dari dalam daerah berkurang. Adapun saat ini, pasokan bawang merah diambil dari luar.
Yuna mengatakan, pemantauan terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok akan terus diintensifkan hingga libur panjang akhir tahun usai. Pemantauan turut melibatkan TPID dari tiap kabupaten/kota di DIY.
"Semoga saat libur panjang nanti, pasokan bahan pokok aman dan harganya tetap stabil," kata Yuna.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo Drajat Purbadi menjelaskan masa panen bawang merah di wilayahnya sudah berlangsung pada September dan Oktober. Pada saat itu, harga bawang merah terbilang murah.
Namun seusai masa panen, harga bawang merah mulai merangkak naik. Kenaikan harga bawang merah karena stoknya saat ini dipasok dari luar daerah demi memenuhi kebutuhan.
"Tapi untuk bahan pokok lainnya kami pastikan ketersediaannya sangat aman," kata Drajat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Mees Hilgers resmi bergabung dengan SC Heerenveen setelah meninggalkan FC Twente. Transfer ini membuka peluang comeback setelah lama absen.
Media sosial berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental anak. Kenali risikonya dan cara orang tua mendampingi anak di ruang digital.
Mikrodrama makin populer dan mulai dilirik Hollywood. Durasi pendek membuat format ini mampu menarik penonton sekaligus menjadi bisnis besar.
Saham BYD anjlok hampir 5% setelah kinerja semester I 2026 tertekan. Simak pendapatan, laba, ekspor, dan proyeksi BYD.
Harga BBM Pertamina 1 September 2026 berubah. Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex naik, sementara Pertamax tetap.